Iklan BANNER SUMSEL MAJU TERUS UNTUK SEMUA
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Ceker Mercon Kian Digemari, Sensasi Pedasnya Jadi Primadona Kuliner Lokal

Ceker Mercon Kian Digemari, Sensasi Pedasnya Jadi Primadona Kuliner Lokal

Ceker mercon lagi naik daun pedasnya nampol, bikin nagih, dan jadi peluang usaha yang menjanjikan-Foto:Istimewa-

PALPOS.COKuliner pedas kembali menunjukkan tajinya di tengah masyarakat Indonesia.

Salah satu hidangan yang kini semakin populer dan digandrungi berbagai kalangan adalah ceker mercon.

Dengan cita rasa pedas yang “meledak” di mulut, makanan berbahan dasar kaki ayam ini sukses menarik perhatian pecinta kuliner, mulai dari remaja hingga orang dewasa.

Ceker mercon bukan sekadar olahan kaki ayam biasa. Hidangan ini diolah dengan racikan bumbu khas yang didominasi cabai dalam jumlah besar, bawang putih, bawang merah, serta berbagai rempah tambahan seperti daun jeruk dan serai.

BACA JUGA:Steak Patty Ekonomis Ala Rumahan, Rasa Restoran Tanpa Bikin Kantong Jebol

BACA JUGA:Mie Celor, Warisan Kuliner Khas Palembang yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi

Proses memasaknya pun cukup lama agar bumbu meresap sempurna dan tekstur ceker menjadi empuk.

Menurut beberapa pelaku usaha kuliner, lonjakan popularitas ceker mercon terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya tren makanan pedas di media sosial.

Banyak konten kreator kuliner yang menampilkan sensasi menyantap makanan super pedas, sehingga mendorong rasa penasaran masyarakat untuk mencobanya sendiri.

“Awalnya saya hanya jualan ceker biasa, tapi setelah coba bikin versi mercon, ternyata responsnya luar biasa.

BACA JUGA:Kuliner Unik, Cumi Bunting Gulai Kian Digemari Masyarakat

BACA JUGA:Perkedel Kentang, Sajian Sederhana yang Tetap Dicintai Sepanjang Zaman

Pembeli terus bertambah, terutama anak muda,” ujar Rina (32), seorang penjual ceker mercon di kawasan Kertapati, Palembang.

Fenomena ini juga didukung oleh kemudahan akses bahan baku. Ceker ayam tergolong murah dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun modern.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: