Iklan BANNER HUT PROVINSI SUMSEL KE 80
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Selama Lima Bulan Terakhir, Dinas Kesehatan OKU Tangani 611 Kasus Diare

Selama Lima Bulan Terakhir, Dinas Kesehatan OKU Tangani 611 Kasus Diare

Kabid P2P Dinkes OKU, Andi Prapto.-Foto:Eko palpos-

BATURAJA, PALPOS.CO - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) selama lima bulan terakhir menangani sebanyak 611 kasus penyakit diare yang dialami masyarakat di daerah itu.

"Selama periode Januari 2026 hingga saat ini tercatat sebanyak 611 kasus penyakit diare yang kami tangani," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto, Jumat (15/5).

Dia mengatakan bahwa ratusan pasien diare tersebut sebagian besar merupakan anak-anak yang sempat dirawat di beberapa rumah sakit setempat, namun tidak ada yang meninggal dunia.

Menurutnya, penyakit diare rentan menyebar yang disebabkan kualitas air sungai menurun sehingga banyak bakteri yang dapat memicu berbagai penyakit seperti diare.

BACA JUGA:Curi Getah Karet 53 Kg, Warga Tanjung Manggus OKU Diciduk Polisi

BACA JUGA:PKK Mitra Strategis Pembangunan Berbasis Keluarga

"Air Sungai Ogan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kabupaten OKU sehingga banyak yang menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Sebagai upaya pencegahan agar diare tidak menyebar luas, saat ini pihaknya menggencarkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) agar masyarakat terhindar dari penyebaran penyakit tersebut.

Dalam kampanye GERMAS, Dinas Kesehatan OKU melibatkan tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas untuk mengedukasi masyarakat agar menjaga pola makan supaya badan tetap sehat.

Masyarakat disarankan untuk memakan sayur dan buah ditambah kegiatan olahraga pagi secara rutin untuk mencegah penyebaran penyakit secara cepat, terutama pada anak anak.

BACA JUGA:Dinas Kesehatan OKU Tangani 15 Kasus DBD

BACA JUGA:Kemensos Perkuat Peran Keluarga Siswa Sekolah Rakyat OKU

"Yang paling utama hindari mengkonsumsi air sungai. Kalau pun terpaksa air harus benar-benar dipastikan sudah matang sebelum dikonsumsi," ujarnya. (len)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: