Konten Tuyul dan Pocong Keliling Kota, Polisi Beri Peringatan Bahaya
Konten Tuyul dan Pocong Keliling Kota, Polisi Beri Peringatan Bahaya -Foto:Dokumen Palpos-
LUBUKLINGGAU, PALPOS.CO – Warga Kota Lubuklinggau dibuat geger dengan kemunculan tiga pria berkostum menyerupai tuyul dan pocong yang berkeliling di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) Simpang RCA, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, pusat kota menggunakan sepeda motor, Selasa malam, 2 Juni 2026.
Aksi unik namun berbahaya tersebut sepertinya sengaja divideokan dan diunggah ke platform media sosial, untuk menarik pengguna medsos. Benar saja, unggahan vidio tersebut viral di berbagai media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat dua pria mengenakan kostum tuyul dan satu lainnya berkostum pocong.
Ketiganya nekat berboncengan menggunakan satu sepeda motor sambil melaju di sejumlah ruas jalan raya di pusat kota.
BACA JUGA:Praperadilan Kades Lubuk Muda Ditolak, Penyidikan Dugaan Korupsi APBDes Kembali Dilanjutkan
BACA JUGA:Pasca Libur Idul Adha, Layanan Tarik Tunai ATM BNI Dikeluhkan Nasabah
Tak hanya itu, mereka juga terlihat melintas di atas trotoar yang sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Tingkah nyeleneh tersebut langsung menyita perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.
Meski sebagian masyarakat menganggap aksi tersebut sebagai hiburan atau sekadar konten lucu, aparat kepolisian menilai perilaku tersebut berpotensi membahayakan keselamatan.
Kasat Lantas Polres Lubuklinggau, AKP Desi Azhari, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran aturan lalu lintas dan dapat menimbulkan risiko kecelakaan.
"Jika masyarakat menemukan kejadian serupa, segera laporkan kepada petugas terdekat atau buat laporan resmi agar dapat segera kami tindak lanjuti," ujar AKP Azhari, Rabu 3 Juni 2026.
BACA JUGA:Setahun Buron, Pemuda di Lubuklinggau Ditangkap Setelah Gelapkan HP untuk Dugem dan Beli Ekstasi
BACA JUGA:Masjid Syarif Hidayat Sembelih 10 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Jemaah Antusias Gotong Royong
Fenomena membuat konten ekstrem demi mendapatkan perhatian di media sosial semakin sering terjadi.
Tidak sedikit kreator yang rela melakukan aksi berbahaya demi memperoleh banyak tayangan, komentar, maupun pengikut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





