Mie Celor, Kuliner Khas Palembang yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Kuliner
Mie Celor, kuliner khas Palembang yang tetap bertahan di tengah derasnya modernisasi makanan.-Foto:Istimewa-
PALPOS.CO - Palembang kembali menjadi sorotan dunia kuliner Nusantara berkat salah satu hidangan khasnya yang terus bertahan di tengah gempuran makanan modern, yaitu Mie Celor.
Hidangan berkuah kental berbasis santan dan kaldu udang ini tidak hanya menjadi favorit warga lokal, tetapi juga semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Selatan.
Di tengah perubahan tren makanan cepat saji dan kuliner kekinian, Mie Celor tetap mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu ikon gastronomi Palembang.
Para pelaku usaha kuliner setempat menyebut bahwa daya tarik utama makanan ini terletak pada cita rasa gurih yang khas, tekstur mie yang kenyal, serta kuahnya yang kaya rempah dan berbeda dari mie pada umumnya.
BACA JUGA:Gulai Tunjang, Hidangan Khas Minangkabau yang Kian Mendapat Sorotan Kuliner Nasional
Mie Celor dipercaya telah hadir sejak puluhan tahun lalu dan berkembang sebagai bagian dari budaya masyarakat Palembang yang kaya akan hasil perairan.
Kata “celor” dalam bahasa setempat merujuk pada proses merebus atau menyiram bahan makanan dengan air panas. Teknik inilah yang menjadi ciri khas dalam penyajian Mie Celor hingga saat ini.
Seiring waktu, hidangan ini mengalami berbagai penyesuaian, terutama dalam hal penyajian dan variasi topping.
Namun, karakter utama berupa kuah santan kental yang dipadukan dengan kaldu udang tetap dipertahankan sebagai identitas utama.
BACA JUGA:Dendeng Balado Sambal Hijau, Inovasi Kuliner Minang yang Kian Digemari Masyarakat
BACA JUGA:Bakwan Udang Kian Digemari, Perpaduan Cita Rasa Tradisional dan Inovasi Kuliner Modern
Sejarawan kuliner lokal, dalam beberapa kajian budaya makanan Sumatera Selatan, menyebut bahwa Mie Celor merupakan bentuk adaptasi masyarakat Palembang terhadap bahan pangan lokal yang melimpah, terutama udang dan hasil laut lainnya.
Perpaduan tersebut mencerminkan identitas masyarakat pesisir yang kreatif dalam mengolah sumber daya alam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



