Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Sekolah Rakyat OKI Ditarget Beroperasi 13 Juli, Bupati Pastikan Kesiapan

Sekolah Rakyat OKI Ditarget Beroperasi 13 Juli, Bupati Pastikan Kesiapan

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Teluk Gelam.-Foto:Dokumen Palpos-

OKI, PALPOS.CO - Sekolah Rakyat di Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ditargetkan mulai beroperasi pada, Senin, 13 Juli 2026 mendatang.

Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki meninjau langsung progres pembangunan untuk memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung siap digunakan.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan

Muchendi memastikan tidak hanya penyelesaian bangunan utama, tetapi juga kesiapan jaringan listrik, pasokan air bersih, hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya.

BACA JUGA:69 Personel Polres OKU Naik Pangkat, Diakhiri Tradisi Siraman Air Kembang

BACA JUGA:Gedung Baru Kejari OKI Jadi Simbol Pelayanan Hukum yang Profesional dan Humanis

"Hari ini kami datang untuk memastikan seluruh progres pembangunan berjalan sesuai rencana.

Yang kami cek bukan hanya gedungnya, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti listrik, air bersih, dan fasilitas lainnya.

Harapan kami, semuanya sudah berfungsi dengan baik saat Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada 13 Juli nanti," kata Muchendi.

Pada tahap awal, Sekolah Rakyat Teluk Gelam akan menampung sekitar 300 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA. 

BACA JUGA:Ketangguhan Keluarga Kunci Hadapi Disrupsi Global

BACA JUGA:Satlantas Polres OKI Selidiki Kecelakaan Maut di Pangkalan Lampam

Pemerintah Kabupaten OKI menargetkan kapasitas sekolah tersebut dapat berkembang hingga 900 siswa sesuai daya tampung yang telah dirancang.

Menurut Muchendi, program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2 sebagai upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait