Perkuat Pengamanan Internal, Lapas Sekayu Pasang 16 Fire Blok di Titik Strategis
Pemasangan 16 unit Fire blok-Foto:Dokumen Palpos-
SEKAYU, PALPOS.CO - Lapas Sekayu terus memperkuat sistem keamanan dan keselamatan, dengan melakukan penambahan 16 unit fire blok di sejumlah titik strategis area hunian warga binaan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko kebakaran, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi kondisi darurat, Kamis (09/07/2026).
Penambahan fire blok dilakukan sebagai bentuk komitmen Lapas Sekayu dalam memenuhi standar keamanan sarana dan prasarana pemasyarakatan.
Keberadaan fire blok diharapkan dapat mempercepat penanganan awal, apabila terjadi potensi kebakaran, sehingga dapat meminimalisir risiko terhadap warga binaan, petugas, maupun aset negara.
BACA JUGA:Polsek Keluang Gerebek Kilang Minyak Ilegal Berkapasitas 80 Drum, Tiga Pelaku Diamankan
BACA JUGA:Pemkab Muba Dukung Penuh Survei Seismik 3D Medco, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Kepala Lapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, mengatakan bahwa, peningkatan fasilitas keamanan menjadi salah satu prioritas dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
"Penambahan 16 fire blok ini merupakan bentuk komitmen Lapas Sekayu dalam memperkuat sistem pengamanan, khususnya dalam aspek pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Keselamatan warga binaan, petugas, serta keamanan aset negara menjadi prioritas utama yang terus kami tingkatkan melalui penyediaan sarana pendukung yang memadai," ujar Aris.
Sementara itu, Kasi Adm Kamtib Lapas Sekayu, Azwar Ramadhan, menjelaskan bahwa, penempatan fire blok telah disesuaikan dengan titik-titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan, serta mudah dijangkau oleh petugas saat kondisi darurat.
BACA JUGA:Dua Pelaku Curat Dibekuk Polsek Sanga Desa, Motor Trail dan Uang Tunai Diduga Jadi Sasaran
"Kami melakukan pemetaan lokasi penempatan fire blok agar dapat diakses dengan cepat apabila diperlukan.
Selain penambahan sarana, petugas juga terus diberikan penguatan terkait kesiapsiagaan dan prosedur penanganan keadaan darurat, sehingga respons yang diberikan dapat berlangsung cepat, tepat, dan sesuai standar operasional," jelas Azwar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



