Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Rumah Panggung Semi Permanen di Desa Karang Endah OKU Ludes Terbakar

Rumah Panggung Semi Permanen di Desa Karang Endah OKU Ludes Terbakar

Rumah panggung semi permanen milik Zonri, warga Desa Karang Endah OKU ludes dilalap si jago merah.-foto:Eko/Palpos-

BATURAJA, PALPOS.CO - Musibah kebakaran hebat melanda sebuah rumah panggung semi permanen di Dusun IV, Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Kamis (23/7) sekitar pukul 13.00 WIB.

Rumah panggung semi permanen itu sendiri diketahui milik Zonri (34), seorang petani setempat.

Meski kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, namun nyawa seluruh penghuni berhasil selamat karena rumah dalam keadaan kosong saat kejadian berlangsung.

Kebakaran pertama kali terdeteksi ketika saksi mata, Peldi (38) dan Herman (54), yang merupakan tetangga korban, melihat kepulan asap tebal membubung dari bagian tengah atas rumah Zonri.

BACA JUGA:Awal Fajri Resmi Nahkodai KORMI OKU

BACA JUGA:Gudang BBM Ilegal di OKU Digerebek Polisi

Tidak berselang lama, kobaran api langsung menyembur dan dengan cepat membesar, mengingat hampir seluruh struktur bangunan bagian atas terbuat dari material kayu yang sangat mudah terbakar.

Kondisi cuaca yang terik dan angin kencang turut mempercepat perambatan api ke seluruh ruangan.

Saat peristiwa terjadi, Zonri tengah bekerja sebagai buruh semprot tanaman di kebun, sementara istrinya sedang menjadi buruh pemipil jagung di tempat lain.

Sedangkan keempat anak pasangan ini juga sedang bermain di luar rumah, sehingga tidak ada satu pun anggota keluarga yang berada di dalam bangunan saat api mulai berkobar.

BACA JUGA:Kampoeng Badah Bejajan, Tempat Rekreasi dan Wisata Kuliner Baru OKU Siap Diluncurkan

BACA JUGA:Sumur Kering, Warga OKU Terpaksa Beli Air Bersih Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Mendengar teriakan warga, puluhan tetangga segera berhamburan mendekati lokasi dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ember dan alat pemadam ringan tradisional.

Di tengah kepanikan, warga juga sigap menghubungi petugas pemadam kebakaran melalui telepon genggam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: