Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Musim Kemarau, Imbau Warga Waspadai ISPA dan Diare

Musim Kemarau, Imbau Warga Waspadai ISPA dan Diare

Musim Kemarau, Imbau Warga Waspadai ISPA dan Diare-Foto:Dokumen Palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan Kabupaten MUARA ENIM mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim dr Eni Zatila, mengatakan kondisi cuaca yang cenderung kering serta meningkatnya debu selama musim kemarau dapat memicu gangguan kesehatan, khususnya penyakit saluran pernapasan.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai penyakit diare dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

"Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat," ujar Eni, Jumat 7 Agustus 2026.

BACA JUGA:3 Hektare Lahan Program Cetak Sawah Rakyat Terbakar Tim Gabungan Upayakan Pemadaman

BACA JUGA:SiLPA Rp308 Miliar, Untuk Bayar Utang Belanja

Eni menjelaskan, masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bersih serta mencuci sayur-sayuran sebelum diolah maupun dikonsumsi.

"Tidak lupa juga untuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas," jelasnya.

Selain itu, Eni juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kualitas air minum yang dikonsumsi.

"Kalau untuk air minum, sebaiknya direbus hingga mendidih terlebih dahulu untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri," bebernya.

BACA JUGA:Permudah Akses Layanan, BPJS Kesehatan Muara Enim Resmi Full Shifting di MPP

BACA JUGA:Karhutla di Gelumbang Picu Pemadaman Listrik BPBD Pastikan Api Tidak Meluas

Terkait air minum isi ulang, Eni tentu berharap aman untuk dikonsumsi, karena Dinkes juga melakukan pengawasan.

"Namun, masyarakat tetap perlu berhati-hati dan memastikan air yang dikonsumsi benar-benar layak, termasuk dari potensi kontaminasi bakteri seperti Escherichia coli (E. coli)," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: