Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Cegah Risiko Kecelakaan Kerja, Disnaker Prabumulih Latih 30 Perusahaan Soal First Aid

Cegah Risiko Kecelakaan Kerja, Disnaker Prabumulih Latih 30 Perusahaan Soal First Aid

Kadisnaker Prabumulih, H Sanjay Yunus SH MH-Foto:Dokumen Palpos-

PRABUMULIH, PALPOS.CO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, terus mendorong peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan.

Salah satu langkah yang disiapkan dalam waktu dekat yakni menggelar pelatihan first aid atau pertolongan pertama di tempat kerja.

Pelatihan tersebut ditujukan bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Prabumulih.

Rencananya, kegiatan akan melibatkan sekitar 30 perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari perbankan hingga perusahaan lainnya yang memiliki aktivitas kerja dengan potensi terjadinya kecelakaan maupun kondisi darurat.

BACA JUGA:Berawal Dari Teguran, 1 Pegawai RM Pecel Lele Hj Syam Tewas dan 1 Dijebloskan ke Jeruji Besi

BACA JUGA:Cuaca Makin Kering, Wawako Prabumulih Ingatkan Bahaya Karhutla dan Kebakaran Rumah

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih, H Sanjay Yunus SH MH, mengatakan setiap perusahaan nantinya akan mengirimkan satu orang perwakilan untuk mengikuti pelatihan tersebut.

"Rencananya kegiatan ini akan diikuti sebanyak 30 perusahaan seperti bank maupun perusahaan lainnya. Tiap-tiap perusahaan akan mengirimkan satu orang peserta," ungkap Sanjay Yunus.

Menurutnya, pelatihan first aid tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2-3 September 2026 mendatang.

Dalam pelaksanaannya, Disnaker Kota Prabumulih akan menggandeng RS Pertamedika Pertamina Prabumulih sebagai pihak yang turut memberikan materi dan pembekalan kepada para peserta.

BACA JUGA:Pertamina SHU Regional 1 Zona 4 Gelar Lensa Energi, Periksa Mata 2.250 Pelajar

BACA JUGA:Mencuri di Toko Eka Prasta Prabumulih, Pria Asal Pagaralam Ditangkap Polisi, Uang Rp1,36 Juta Diamankan

Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuat pelatihan berjalan lebih efektif karena peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai pertolongan pertama dari tenaga yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Sanjay menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari perhatian terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait