Kabut Asap Diduga Picu Kecelakaan Maut, Suryani Tewas Ditabrak Avanza di Ogan Ilir
Kabut Asap Diduga Picu Kecelakaan Maut, Suryani Tewas Ditabrak Avanza di Ogan Ilir-Foto:Dokumen Palpos-
OGANILIR,PALPOS.CO – Seorang pejalan kaki bernama Suryani (43), warga Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Jalan Lintas Palembang–Prabumulih, tepatnya di Desa Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 04.50 WIB.
Korban mengalami luka berat setelah ditabrak sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi BG 1593 NG.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS Ar-Royyan.
Kasat Lantas Polres Ogan Ilir, IPTU Dede Supria Yovi, memalui Kanit Gakkum Aiptu Riska Arimbi mengatakan kendaraan tersebut dikemudikan Ahmad Turmudzi, warga Desa Segayam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.
BACA JUGA:Karhutla berada di Status Berbahaya, Sekolah di Ogan Ilir Masuk Pukul 09.00 WIB
BACA JUGA:Kaopsda Aman Nusa II Tinjau Kesiapan Pos Pantau Polda Sumsel di Ogan Ilir
Sementara itu, pengemudi dilaporkan dalam kondisi sehat jasmani setelah kejadian.
"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula saat mobil Toyota Avanza melaju dari arah Prabumulih menuju Palembang. Ketika tiba di lokasi kejadian, terdapat seorang pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan,"kata Riska.
Karena jarak antara kendaraan dan pejalan kaki sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
BACA JUGA:Curi Perabotan Rumah, Pemuda di Palemraya Terancam 7 Tahun Penjara
BACA JUGA:Sakit Hati Tak Diterima Kerja, Pemuda di Ogan Ilir Bakar 4,5 Hektare Lahan Tebu
"Menurut keterangan pengemudi, pandangannya saat berkendara terganggu akibat kabut yang cukup tebal di kawasan tersebut.
Kondisi kabut asap diduga mengurangi jarak pandang sehingga menyulitkan pengemudi melihat keberadaan pejalan kaki di badan jalan,"katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



