Ditangani Pertamina EP Prabumulih dengan Cepat dan Teliti, Crater Terkendali dan Warga Aman
Ditangani Pertamina EP Prabumulih dengan Cepat dan Teliti, Crater Terkendali dan Warga Aman-Foto:Dokumen Palpos-
MUARA ENIM, PALPOS.CO - Pertamina EP Prabumulih Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, bergerak cepat mengatasi crater yang mengeluarkan fluida dan gas pada kepala sumur migas, di Desa Pagar Dewa, Kabupaten MUARA ENIM.
Sejak dilaporkan pada Rabu (12/8), Pertamina EP Prabumulih segera mengambil berbagai langkah yang diperlukan sehingga kondisi terkendali dan aman baik bagi pekerja dan masyarakat sekitar.
Saat ini gas yang keluar pada crater telah berhasil dikendalikan dengan disalurkan secara aman.
Crater merupakan fenomena yang sering terjadi di dunia migas, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki potensi minyak dan gas tinggi, seperti Sumatra.
BACA JUGA:YBM PLN, Srikandi, dan PIKK Dukung UMKM dan Pengemudi Ojol melalui Bantuan Usaha dan BBM
Crater dapat menimbulkan rembesan berupa fluida (minyak & air formasi) atau berupa gas, dari dalam perut bumi ke permukaan.
Crater yang terjadi di sumur pada struktur kuang tersebut ditengarai karena faktor alam. Sebab pada saat crater muncul, tidak ada aktivitas perawatan maupun intervensi teknis terhadap sumur tersebut maupun sumur pada struktur yang sama.
Tidak ada unsur minyak mentah (crude oil) yang keluar pada crater kuang.
Sejak kejadian, perusahaan migas yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 itu dengan sigap membentuk tim dan menyusun Emergency Response Plan untuk memastikan keamanan serta keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
“Pertamina EP Prabumulih bertindak cepat dalam mengatasi aliran fluida yang keluar dari crater. Tim langsung diterjunkan dan mengambil langkah yang diperlukan sehingga kondisi terkendali," ucap Pjs. General Manager Zona 4 Muhammad Luthfi Ferdiansyah.
Aliran gas yang keluar dari crater berhasil dikendalikan dan fluida berhasil ditahan dan diturunkan tekanannya dengan memasukkan cairan berat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



