UNSRI Perkuat Pencegahan TPPO dan Kekerasan Seksual, Libatkan Polda hingga BP3MI
UNSRI Perkuat Pencegahan TPPO dan Kekerasan Seksual, Libatkan Polda hingga BP3MI-Foto:Dokumen Palpos-
PENDIDIKAN, PALPOS.CO - Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel, Direktorat Reserse Perempuan, Anak, dan Pidana Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Sumsel, serta Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel menggelar sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi UNSRI Kampus Indralaya, Senin (21/9/2026).
Sosialisasi tersebut dihadiri Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Alfitri, M.Si; Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNSRI, Dr. Inayati Mandayuni, M.Si; perwakilan Dinas PPPA Sumsel; Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel; BP3MI Sumsel; Tim Satgas PPKPT; Wakil Dekan I Fakultas; serta mahasiswa di lingkungan UNSRI.
Mewakili Rektor UNSRI, Sekretaris Universitas Prof. Dr. Alfitri menegaskan bahwa TPPO dan kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang dapat merusak harkat dan martabat manusia.
BACA JUGA:UNSRI Perkuat Reformasi Birokrasi dan Layanan Publik, Targetkan Predikat WBK/WBBM
BACA JUGA:UNSRI Perkuat Gerakan Kampus Sehat dan Anti Narkoba, Mahasiswa Jadi Agen Perubahan
Oleh karena itu, perguruan tinggi dinilai perlu memperkuat kewaspadaan serta kemampuan mitigasi guna mencegah dan melindungi korban.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap upaya pencegahan dapat dilakukan secara masif agar TPPO dan kekerasan seksual tidak masuk dan berkembang di lingkungan perguruan tinggi. UNSRI berkomitmen meningkatkan kewaspadaan dini, memberikan edukasi, serta memperkuat sinergi lintas sektor,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kehadiran narasumber dari berbagai lembaga menjadi kesempatan penting bagi sivitas akademika untuk mengenali berbagai modus kejahatan sekaligus memahami langkah konkret dalam pencegahannya.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga materi yang disampaikan menjadi bekal bagi kita untuk bersama-sama bertanggung jawab melindungi sivitas akademika dari ancaman TPPO dan kekerasan seksual,” katanya.
BACA JUGA:SISMP 2026 UNSRI–Universiti Malaya Perkuat Kolaborasi Sains dan Internasionalisasi Kampus
Sementara itu, Kepala Dinas PPPA Sumsel, Muhammad Zaki Aslam, M.Si., menekankan bahwa pencegahan TPPO dan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan bagian dari isu strategis pembangunan PPPA 2025–2029.
Fokus tersebut meliputi pengurangan ketimpangan gender, pemenuhan hak anak, perlindungan dari kekerasan dan TPPO, hingga penguatan kualitas keluarga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




