Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Gandeng UIN Raden Fatah

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Gandeng UIN Raden Fatah

KERJASAMA : DPPPA Kabupaten Muara Enim menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Fatah Palembang.-Foto:Dokumen Palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten MUARA ENIM menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Fatah Palembang untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak (PPA) di Kabupaten MUARA ENIM.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penguatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang berlangsung di Kampus UIN Raden Fatah Palembang.

PKS ditandatangani Kepala DPPPA Kabupaten Muara Enim H Husin Aswadi bersama Ketua LP2M UIN Raden Fatah Palembang Dr Yenrizal. Dalam kegiatan tersebut, Husin Aswadi didampingi Kepala Bidang PUG PP Rodiah beserta tim DPPPA.

Kepala DPPPA Muara Enim H Husin Aswadi, mengatakan kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin sejak 15 Juni 2022.

BACA JUGA:Antrean Kendaraan di SPBU Berangsur Normal

BACA JUGA:Karhutla Hanguskan 33 Hektare Lahan, 60 Personel Dikerahkan

Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah dan perguruan tinggi memperkuat peran masing-masing dalam menemukenali sekaligus menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

"Kita berharap sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi semakin kuat dalam menemukenali dan menangani isu gender, mengurangi ketimpangan, meningkatkan pemberdayaan perempuan, serta memperkuat perlindungan anak di Kabupaten Muara Enim," ujar Husin, Jumat 2 Oktober 2026.

Husin menjelaskan, sejumlah program telah dilaksanakan dalam kerja sama sebelumnya, antara lain pendampingan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), penyusunan Gender Analysis Pathway (GAP), serta pembinaan lima desa yang menjadi desa binaan PUG.

"Kelima desa tersebut yakni Desa Sebau, Menanti, Teluk Jaya, Pelempang, dan Embacang Kelekar. Intervensi yang dilakukan di desa binaan juga diarahkan pada upaya pencegahan perkawinan anak," jelasnya.

BACA JUGA:Kemenkes Tinjau Faskes Muara Enim Pemkab Pastikan Daerah Siap Terapkan RBKP, KRIS, dan iDRG

BACA JUGA:Dua Motor Senggolan, Satu Tewas Terlindas Bus

Menurut Husin, keberadaan perguruan tinggi dalam kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemerintah daerah melalui pendekatan penelitian, pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan dan memperkuat perlindungan anak, termasuk melalui upaya pencegahan perkawinan anak di desa-desa," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: