Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo-Foto:Dokumen Palpos-

PALPOS.CO - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus melaju kencang dengan fundamental yang semakin solid.

Memasuki kuartal III 2026, BSI membukukan laba sebesar Rp5,30 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 10,07% secara tahunan (Year on Year/YoY).

Pertumbuhan laba tersebut ditopang ekspansi bisnis yang berkualitas, penguatan dana murah, akselerasi pembiayaan, serta semakin besarnya kontribusi bisnis emas dan fee based income.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan BSI tidak hanya bertumpu pada ekspansi aset, tetapi juga pada penguatan struktur pendanaan dan peningkatan kualitas mesin bisnis.

BACA JUGA:Oxygen.id Hadirkan Talkxygen di Palembang, Dorong Bisnis Manfaatkan Solusi Digital

BACA JUGA:Wyndham OPI Hotel Palembang Buka Fitness Centre ke Publik untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat

Selain itu,manajemen risiko yang tepat, monitoring pembiayaan yang ketat serta penguatan aspek Good Corporate Governance (GCG) juga menjadi faktor pendukung bisnis Perseroan tetap moncer di tengah kondisi menantang.

Dari sisi funding, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 17,71% yoy menjadi Rp389 triliun, dengan dana murah (CASA) mencapai Rp246 triliun.

Penguatan CASA terutama ditopang pertumbuhan tabungan yang mencapai Rp171 triliun, memperkokoh struktur pendanaan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya dana Perseroan.

Efisiensi tersebut tercermin dari Cost of Fund (CoF) yang turun 37 bps dibanding posisi tahun lalu (YoY) menjadi 2,30%.

BACA JUGA:Nikmati Relaksasi Autentik Balinese Traditional Massage di The Zuri Hotel Palembang

BACA JUGA:Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026

Penurunan CoF memberikan ruang bagi BSI untuk menjaga daya saing pembiayaan sekaligus mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika industri perbankan.

Di sisi intermediasi, pembiayaan BSI justru tumbuh lebih agresif. Hingga Agustus 2026, total pembiayaan mencapai Rp344 triliun atau tumbuh 16,21% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: