Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Pisang Coklat, Camilan Sederhana yang Terus Digemari Masyarakat

Pisang Coklat, Camilan Sederhana yang Terus Digemari Masyarakat

Manisnya pisang, lelehan coklat, dan kulit lumpia yang renyah membuat piscok tetap menjadi salah satu camilan favorit masyarakat.-Foto:Istimewa-

PALPOS.CO — Pisang coklat atau yang lebih dikenal dengan sebutan piscok masih menjadi salah satu camilan yang banyak digemari masyarakat Indonesia.

Perpaduan pisang yang lembut dengan lelehan coklat di dalam balutan kulit lumpia yang renyah membuat makanan ini mudah diterima oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Camilan tersebut umumnya dibuat menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di pasar maupun toko bahan makanan. Pisang, coklat, dan kulit lumpia menjadi bahan utama dalam pembuatan pisang coklat.

Setelah dibungkus, adonan kemudian digoreng hingga kulitnya berubah warna menjadi kuning keemasan dan menghasilkan tekstur renyah di bagian luar.

BACA JUGA:Pangsit Ayam Chili Oil, Kuliner Pedas yang Kian Digemari

BACA JUGA:Pangsit Udang Goreng, Camilan Gurih yang Semakin Digemari Masyarakat

Popularitas pisang coklat tidak hanya terlihat dari banyaknya penjual di lingkungan permukiman, tetapi juga dari kehadirannya di berbagai tempat seperti kantin sekolah, pasar, pusat kuliner, hingga gerai makanan daring.

Harganya yang relatif terjangkau menjadi salah satu alasan camilan ini tetap memiliki banyak peminat.

Salah seorang pedagang pisang coklat di Jakarta mengatakan bahwa camilan tersebut memiliki pasar yang cukup luas.

Menurutnya, pembeli tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga pekerja dan keluarga yang mencari makanan ringan untuk menemani waktu santai.

BACA JUGA:Pempek Kuah Model, Kuliner Khas Palembang yang Terus Menggugah Selera

BACA JUGA:Sosis Solo Isi Daging, Kuliner Tradisional yang Tetap Digemari di Tengah Tren Makanan Modern

“Pisang coklat banyak dicari karena rasanya manis dan harganya terjangkau. Biasanya pembeli membeli beberapa sekaligus untuk dibawa pulang,” ujarnya.

Selain rasanya, variasi pisang coklat juga terus berkembang. Jika dahulu piscok umumnya hanya menggunakan pisang dan coklat batang atau meses, kini penjual mulai menawarkan berbagai pilihan isian dan topping.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: