Hadi Yudasta: Santri Harus Kuat Ilmu Agama dan Melek Teknologi
Sekretaris Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) Pimpinan Daerah Kota Palembang, Hadi Yudasta, S.Pd.I-Foto : Dokumen Palpos-
PALEMBANG, PALPOS.CO – Peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut sekaligus mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sejarah mencatat, semangat perjuangan tersebut salah satunya tercermin melalui Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945.
Seruan itu membangkitkan semangat umat Islam, khususnya para santri, untuk ikut mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajah.
BACA JUGA:462 Santri OKU Rayakan Wisuda, Wabup OKU Soroti Peran Penting Ustadz-Ustadzah
BACA JUGA:Kemenag Muara Enim Perkuat Peran Santri untuk Pembangunan Daerah
Perjuangan para santri membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkontribusi bagi bangsa.
Dengan sarung dan kopiah, para santri berdiri di garis depan perjuangan, menggabungkan kekuatan spiritual, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air.
Sekretaris Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) Pimpinan Daerah Kota Palembang, Hadi Yudasta, S.Pd.I., menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026.
Ia menegaskan, makna santri tidak terbatas pada mereka yang menempuh pendidikan atau menetap di pondok pesantren.
“Santri bukan hanya yang tinggal di pesantren, tetapi setiap jiwa yang setia pada ilmu, adab, dan cinta tanah air. Dari Palembang untuk Indonesia, mari kita kawal kemerdekaan ini menuju peradaban dunia yang berakhlakul karimah,” ujar Hadi Yudasta.
Menurut Hadi, Hari Santri Nasional harus menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi terdahulu perlu dilanjutkan melalui kontribusi nyata dalam membangun bangsa.
BACA JUGA:Hari Santri Nasional di Muba Berlangsung Meriah, Bupati Toha Kukuhkan Pengurus DMI
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

