Iklan Astra Motor

Dinkes Muara Enim Cacat 34 Kasus HIV, 3 Orang Meninggal Dunia

Dinkes Muara Enim Cacat 34 Kasus HIV, 3 Orang Meninggal Dunia

Dinkes Muara Enim Cacat 34 Kasus HIV, 3 Orang Meninggal Dunia-Foto:Dokumen Palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muara Enim, mencatat sebanyak 34 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) selama periode Januari hingga Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim dr Eni Zatila MKM didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Erdius SKM MPH, mengatakan bahwa secara keseluruhan terdapat 185 kasus HIV yang sedang menjalani pengobatan antiretroviral (ARV).

"Kasus HIV yang ditemukan sepanjang 2026 tersebar dalam beberapa bulan. Terbanyak tercatat pada April, Mei, dan Agustus, masing-masing sebanyak lima kasus," kata Eni, Selasa 3 November 2026.

Meski demikian, peningkatan kasus HIV tidak berkaitan dengan faktor waktu maupun musim tertentu. Sebab, penularan HIV lebih dipengaruhi oleh perilaku dan faktor risiko individu.

BACA JUGA:Muara Enim Siapkan Strategi Percepat Eliminasi TBC

BACA JUGA:OPD Diminta Segera Tuntaskan Program Kerja

"Kasus HIV tidak dipengaruhi oleh musim atau waktu tertentu. Faktor risiko penularan di antaranya hubungan seksual berisiko, seperti hubungan sesama lelaki atau Lelaki Seks Lelaki (LSL), berganti-ganti pasangan, serta penggunaan jarum suntik secara bergantian pada pengguna narkoba suntik," jelasnya.

Eni mengungkapkan, kelompok LSL menjadi salah satu kelompok dengan kasus HIV yang cukup menonjol.

"Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan menyasar kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan HIV," ungkapnya.

Dalam upaya menekan penyebaran HIV/AIDS, Dinkes Muara Enim terus memperkuat sejumlah langkah, mulai dari penguatan surveilans dan pemetaan epidemiologi hingga penemuan kasus secara aktif pada populasi kunci.

BACA JUGA:Diduga Tabrak Lari, Pengendara Honda Beat Tewas

BACA JUGA:Perkuat Silaturahmi dan Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas

Selain itu, pihaknya memastikan orang dengan HIV (ODHA) mendapatkan pengobatan ARV secara rutin.

Langkah ini penting untuk membantu mengendalikan perkembangan virus sekaligus menekan risiko penularan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: