ISPU Lubuklinggau Turun ke 164 Tapi Kualitas Udara Masih Tidak Sehat
ISPU Lubuklinggau Turun ke 164 Tapi Kualitas Udara Masih Tidak Sehat-Foto:Dokumen Palpos-
LUBUKLINGGAU, PALPOS.CO – Kualitas udara di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mulai menunjukkan penurunan tingkat pencemaran setelah sempat mencapai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 180 hingga 190 dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, kondisi udara masih berada dalam kategori tidak sehat dengan angka ISPU 164 pada Selasa (20/10/2026) pukul 13.00 WIB.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala melalui aplikasi Pantau Juara yang terhubung dengan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta NASA.
Hal itu disampaikan langsung Kepala DLH Kota Lubuklinggau, H. Ardi Irawan, dihubungi wartawan, Selasa (20/10/2026).
BACA JUGA:Perkuat Deteksi Dini Potensi Gangguan Kerukunan, Kejari Lubuklinggau Gelar Rapat PAKEM
BACA JUGA:Sempat Mehilang Dua Bulan, Dua Tersangka Pembobol Rumah Kosong di Watervang di Tangkap Tim Macan
Menurut Ardi, meski angka ISPU saat ini mulai menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai kondisi udara yang masih berpotensi berdampak terhadap kesehatan.
“Beberapa hari kemarin sempat agak tinggi, di angka 180 sampai 190. Sekarang, posisi pukul 13.00 WIB berada di angka 164,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pemantauan melalui aplikasi Pantau Juara juga menunjukkan tidak adanya titik panas (hotspot) di wilayah Kota Lubuklinggau hingga pukul 13.00 WIB pada hari tersebut.
“Kalau titik api di Lubuklinggau, sekarang nol. Dari pantauan aplikasi kita, tidak ada titik api di wilayah Lubuklinggau,” ujarnya.
BACA JUGA:Erwin Armeidi Ditunjuk Plh Sekda Lubuklinggau, Yoppy Masih Rahasiakan Tiga Nama Calon Definitif
BACA JUGA:Dana Nasabah Hilang, Siapa Bertanggung Jawab? Ini Penjelasan Fauzi Amro
Meski tidak ditemukan hotspot, Ardi menegaskan bahwa angka ISPU 164 tetap menunjukkan kualitas udara dalam kategori tidak sehat.
Penurunan angka tersebut belum berarti kondisi udara telah kembali normal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

