PALEMBANG, PALPOS.ID – Sidang dugaan korupsi dana hibah Bawaslu Muratara, akhirnya ditunda.
Pasalnya, JPU Kejari Lubuklinggau mengaku belum siap membacakan tuntutan terhadap delapan terdakwa. Akhirnya, sidang dengan agenda tuntutan yang sedianya digelar Kamis 29 September 2022, di PN Kelas IA Khusus Tipikor Palembang, akhirnya ditunda. Kedelapan terdakwa dimaksud, tiga komisioner Bawaslu Muratara yaitu Munawir, Ali Asek, dan Paulina. Kemudian, lima terdakwa lainnya, tiga merupakan Koorsek Bawaslu Muratara, yakni Tirta Arisandi, Aceng Sudrajat, dan Hendri. BACA JUGA:Dugaan Korupsi Bawaslu Muratara, Nama Ketua Bawaslu Sumsel Kembali Disinggung Serta dua terdakwa lainnya, Siti Zahro, dan Kukuh Reksa selaku bendahara Bawaslu Muratara. Karena penundaan sidang tersebut, advokat Indra Cahaya SH selaku penasihat hukum terdakwa Siti Zahro mengaku sangat kecewa. Indra Cahaya menganggap pihak JPU Kejari Lubuklinggau kurang serius atau terkesan main-main menangani pemeriksaan perkara ini. Dia menilai, dalam perkara menjerat delapan orang terdakwa harusnya menjadi atensi dan asistensi juga dari pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel. BACA JUGA:Dugaan Korupsi Bawaslu Muratara, Terdakwa Siti Zahro Akui Kuitansi Rumah Makan Fiktif Atau tidak hanya mengandalkan jaksa dari Kejari Lubuklinggau sehingga terpaksa menunda pembacaan tuntutan pidana. "Jelas kami kecewa atas penundaan ini, mana tanggung jawab dari Kejati Sumsel, karena dalam proses rencana penuntutan setidaknya ada tanggung jawab juga dari pihak Kejati Sumsel," ujar Indra Cahaya dikonfirmasi Jumat 30 September 2022. Diakui Indra Cahaya SH, kekecewaan itu ditambah dirinya beserta tim penasihat hukum delapan masing-masing terdakwa tidak menerima informasi sebelumnya dari JPU perihal belum siapnya pembacaan tuntutan. "Kita sudah menunggu dari pagi dan jauh-jauh datang dari Jakarta sengaja untuk menghadiri sidang, namun nyatanya ditunda," kata Indra Cahaya dengan nada sedikit kesal akibat penundaan itu. BACA JUGA:Dugaan Korupsi Bawaslu Muratara, Komisioner Bawaslu Sumsel Beri Kesaksian Indikasi Terima Aliran Dana Namun meski begitu, lanjut Indra Cahaya SH saat ini pihaknya masih menghormati penundaan sidang pembacaan tuntutan pidana oleh JPU Kejari Lubuklinggau, yang mana akan dibacakan pada sidang yang akan digelar pada Rabu 5 Oktober 2022 mendatang. Untuk diketahui, para terdakwa disangkakan telah melakukan dugaan korupsi dana hibah tahun anggaran 2019 dan tahun 2020 sebesar Rp2,5 miliar dari nilai total dana hibah Rp9,5 miliar untuk pelaksanaan kegiatan Pileg dan Pilpres ditahun 2019, serta pilkada Muratara di tahun 2020. Dalam pelaksanaan kegiatan Bawaslu Muratara, ada kegiatan yang di Mark up diantaranya biaya sewa gedung laboratorium komputer SMA Bina Satria untuk seleksi anggota pengawas kecamatan (Panwascam) berbesar Rp40 juta, akan tetapi dari pelaksanaan tersebut pihak sekolah hanya menerima Rp11 juta. Selain itu, untuk belanja publikasi kegiatan pada penyedia jasa, diantaranya media online sebesar Rp30 juta, namun nyatanya pembayaran itu fiktif atau tidak ada. BACA JUGA:Sidang Dugaan Korupsi Bawaslu Muratara, 11 Panwascam Berikan Kesaksian Serta dana hibah Bawaslu juga diberikan kepada masing-masing terdakwa komisioner serta Korsek Bawaslu Muratara dengan besaran nominal pemberian sebesar Rp100 juta atas inisiatif terdakwa Munawir selaku ketua Bawaslu. Serta disinyalir dana hibah Bawaslu ratusan juta juga mengalir kepada pihak Bawaslu Provinsi Sumsel. Atas perbuatannya, JPU menjerat para terdakwa dengan dakwaan memperkaya diri sendiri atau orang lain sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (*)Penasihat Hukum Terdakwa Korupsi Bawaslu Muratara Kecewa Kepada JPU Kejari Lubuklinggau
Jumat 30-09-2022,13:02 WIB
Editor : Bambang
Tags : #terdakwa siti zahro
#terdakwa korupsi bawaslu muratara
#pn kelas ia khusus tipikor palembang
#penasihat hukum
#jpu kejari lubuklinggau
#dugaan korupsi dana hibah
#bawaslu muratara
#andvokat indra cahaya sh
Kategori :
Terkait
Sabtu 27-09-2025,18:56 WIB
Kejari Prabumulih Periksa 18 Saksi Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024,Termasuk Mantan Pj Walikota dan Pj
Rabu 09-04-2025,07:45 WIB
Dugaan Korupsi Dana Hibah PMI Palembang: Mantan Wawako Fitrianti Agustinda dan Suami Resmi Ditahan
Rabu 19-02-2025,22:01 WIB
Melalui Penasihat Hukum, Warga Sungai Tepuk Bantah Tuduhan Keluarga M Nawi Terkait Perampasan Klotok
Kamis 15-06-2023,11:43 WIB
Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Penyidik Kejari Geledah Kantor Bawaslu OKU Timur dan Sita Dokumen
Terpopuler
Sabtu 29-11-2025,19:18 WIB
Pemekaran Wilayah Bengkulu dan Sumatera Selatan Kompak Wacanakan Pembentukan Provinsi Palapa Selatan
Sabtu 29-11-2025,17:16 WIB
Eksklusif! Ford Everest 25th Anniversary Rilis Terbatas, Kolektor Wajib Punya
Sabtu 29-11-2025,17:35 WIB
Toyota Hapus Veloz Bensin, Hadirkan Veloz HEV dengan 4 Varian Lebih Modern
Sabtu 29-11-2025,16:29 WIB
Dukung Gerakan Ayah Hebat! Ratusan Siswa Ikuti Lomba Mewarnai Bersama Ayah
Sabtu 29-11-2025,19:03 WIB
Pemekaran Wilayah Bengkulu: Wacana Pembentukan Kabupaten Bumi Pekal Karena Aksi Nyata Pemerintah Daerah
Terkini
Minggu 30-11-2025,08:23 WIB
Ford Everest Titanium 25th Anniversary Edition Meluncur: Edisi Super Langka Hanya 25 Unit!
Sabtu 29-11-2025,19:28 WIB
Harga Emas Antam Melonjak Tajam, pada Penjualan 29 November 2025
Sabtu 29-11-2025,19:27 WIB
IKKI Gelar Kongres Nasional di Palembang, Herman Deru Apresiasi Peran Dokter Jaga Kesehatan Masyarakat
Sabtu 29-11-2025,19:18 WIB
Pemekaran Wilayah Bengkulu dan Sumatera Selatan Kompak Wacanakan Pembentukan Provinsi Palapa Selatan
Sabtu 29-11-2025,19:03 WIB