PALEMBANG, PALPOS.ID - Sekertaris Satgas Tim Percepatan Pengurunan Stunting (TPPS) Kota Palembang, Altur Febriansyah, menghadiri acara tindak lanjut audit kasus stunting tingkat Kota Palembang, di Hotel Beston.
Saat rapat itu, Altur Febriansyah menjelaskan, sejumlah faktor masih menjadi kendala resiko stunting. Dalam hal ini dketahui angka stunting di Kota Palembang telah mengalami penurunan yang cukup signifikan, sebanyak 72 kasus yang tercatat, ada 6 kasus yang sembuh. Lebih lanjut Altur mengatakan jika telah tercatat ada 11 kasus stunting. BACA JUGA:Gubernur Sumsel Cetak Generasi Bebas Stunting, Feby Deru Kampanye Gizi Seimbang bagi Pelajar se-Sumsel “Tercatat ada calon pengantin terdapat 11 kasus, ibu hamil 17 kasus, ibu nifas pasca kelahiran 17 kasus, dan anak di bawah 2 tahun ada 21 kasus,” katanya, Senin 10 Oktober 2022. Altur menuturkan, kawin muda yang banyak menjadi faktor kasus stanting. "TPPS Kota Palembang juga telah berkordinasi bersama Kementrian Agama (Kemenag) Kota Palembang," tuturnya. Altur juga mengungkapkan, jika usia ideal menikah untuk melahirkan di umur 21 tahun. BACA JUGA:Pemkot Palembang Kompak Kerjasama Kendalikan Angka Stunting "Sejumlah pemaparan dilakukan bersama tim pakar stunting, jika usia ideal itu adalah 21 tahun. Karena diusia 21 tahun, rahim untuk calon anak itu dinilai lebih siap dari pada kawin muda," ungkapnya. Sementara itu, Hermansyah, Kapala Seksi Pendidikan Keagamaan dan Pondok Peseantren Kemenag Kota Palembang menerangkan, jika pernikahan di bawah usia tidak bisa dilakukan. “Sesuai aturan dari Kementrian Agama, bahwa usia minimal menikah di umur 19 tahun. Untuk usia di bawah umur belum dizinkan untuk menikah," terangnya. Selain itu, jika memang ada yang ingin melakukan pernikahan di usia muda harus melalui izin di Pengadilan Agama. BACA JUGA:Wagub Sumsel Tegaskan Pemprov Bersama Kabupaten dan Kota Kejar Target Turunkan Angka Stunting “Kalau memang ada yang ingin menikah muda, setidaknya harus melalui izin pengadilan agama. Untuk sementara tahun ini belum terdata yang kawin muda di Palembang,” tambahnya. Masih dikatakan Altur, jika pihaknya juga telah melakukan penyuluhan terhapat dampak kawin muda yang dilakukan. “Seperti di sejumlah Pesantren kami sering lakukan pemaparan, misalnya bisa menyebabkan anak stunting,” pungkasnya. (*)Sejumlah Faktor Jadi Kendala Resiko Stunting
Selasa 11-10-2022,11:01 WIB
Reporter : Adetia
Editor : Bambang
Tags : #sektetaris satgas tpps palembang
#sejumlah faktor
#pemkot palembang
#kendala resiko stunting
#hotel beston
#altur febriansyah
Kategori :
Terkait
Selasa 11-10-2022,11:01 WIB
Sejumlah Faktor Jadi Kendala Resiko Stunting
Kamis 30-06-2022,16:09 WIB
Wujudkan Kota Sehat 2023, Dinkes Ajak Camat dan Lurah Sosialisasikan ODF Ke Masyarakat
Terpopuler
Senin 19-10-2026,17:29 WIB
Kasus Tembak Sinyal iPhone Inter di Palembang, Saksi Sebut Aktivasi IMEI Ilegal Rp250 Ribu per Tiga Bulan
Senin 19-10-2026,17:45 WIB
Dugaan Korupsi Disdikbud Muara Enim, Fika Dituntut 2 Tahun 2 Bulan dan Corie 2 Tahun Penjara
Senin 19-10-2026,18:03 WIB
Dugaan Korupsi Wabup PALI, JPU Tolak Eksepsi Iwan Tuaji dan Alhepi, Minta Sidang Tetap Berlanjut
Senin 19-10-2026,20:00 WIB
HUT ke-25 Prabumulih, Herman Deru Hadiahi Mobil Damkar
Senin 19-10-2026,14:56 WIB
50 Calon Kepala Sekolah OKU Digembleng
Terkini
Selasa 20-10-2026,14:27 WIB
Baznas OKU Luncurkan 11 Program Revolusioner, Startnya 2027
Selasa 20-10-2026,14:22 WIB
Harga Telur di OKU Kini Rp24 Ribu Perkilogram
Selasa 20-10-2026,14:20 WIB
Lahan Wakaf Masjid Terbakar di Lubuk Batang
Selasa 20-10-2026,12:53 WIB
Kata-Kata Pejabat dan Harga Sebuah Kepercayaan
Selasa 20-10-2026,12:45 WIB