PALEMBANG, PALPOS.ID - Tanggal 26 Oktober 2022, Kementerian Perhubungan RI, memberikan penghargaan terkait layanan publik kepada stake holder transportasi baik darat, laut maupun udara.
PT Dharma Lautan Utama, selaku operator angkutan penumpang laut dan angkutan penyeberangan menyabet penghargaan untuk 4 kapalnya. Yaitu, KM Dharma Ferry VII dan KM Dharma Kartika VII keduanya masuk dalam kelompok angkutan penumpang laut terbaik, dan KMP Dharma Rucitra I serta KMP Dharma Kartika I untuk kelompok angkutan penyeberangan terbaik Penghargaan yang rutin diberikan 2 tahun sekali tersebut, PT Dharma Lautan Utama telah menyabet penghargaan terbaik selama 5 kali berturut-turut, sejak pertama kali penghargaan tersebut diberikan. Terhadap pemberian penghargaan tersebut kami menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari Kementerian Perhubungan RI kepada PT Dharma Lautan Utama. Apresiasi seperti ini diharapkan dapat diberikan secara rutin, karena hal ini dapat memacu kami untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada pelanggan di angkutan penyeberangan. Sektor angkutan laut dan penyeberangan sudah sepantasnya untuk mendapatkan apresiasi dari Kementerian Perhubungan, mengingat peranan strategisnya yang memiliki fungsi rangkap, yaitu sebagai sarana transportasi super massal sekaligus sebagai infrastruktur jembatan/jalan raya. "Kami berharap tidak hanya apresiasi berupa penghargaan tetapi juga ada perhatian dari Kementerian Perhubungan terhadap iklim usaha dari kedua sektor tersebut karena untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal, baik dari sisi keselamatan dan juga kenyamanan sesuai dengan standar pelayanan minimum dibutuhkan biaya yang cukup besar. Dan dengan iklim kepengusahaan yang kondusif akan memberikan kemampuan dari pengusaha dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.Hal ini sejalan dengan jargon Presiden Jokowi adalah pemberdayaan sektor maritim," ujar Erwin H Poedjono, Dirut PT Dharma Lautan Utama. Untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif maka hal pertama kali yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah pentarifan yang sesuai dengan perhitungan biaya pokok. Seperti kita ketahui, Kemenhub RI baru saja menetapkan penyesuaian tarif angkutan penyeberangan melalui KM 184 tahun 2022 tanggal 1 Oktober 2022, dimana tarif angkutan penyeberangan mengalami kenaikan sebesar 11%. Kenaikan tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan yang seharusnya diterima oleh pengusaha, dimana menurut perhitungan yang dilakukan oleh pemerintah, ketertinggalan tarif terhadap biaya pokok adalah 35,4%, ditambah dengan besaran kenaikan BBM bersubsidi 32%. Sehingga dikhawatirkan pengusaha akan kesulitan dalam memberikan layanan baik aspek keselamatan maupun kenyamanan sesuai dengan standar pelayanan minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Akibatnya masyarakat tidak mendapatkan jaminan keselamatan ketika menggunakan transportasi penyeberangan. Masalah rendahnya pentarifan tersebut tidak hanya terjadi untuk sektor transportasi penyeberangan saja, tetapi juga terjadi untuk transportasi penumpang laut ekonomi, dimana sejak tahun 2017 tidak pernah mengalami penyesuaian tarif. Angkutan penumpang laut swasta selama ini mengacu dengan tarif yang diberlakukan oleh PT Pelni yang walaupun tarif tersebut rendah, masih mendapatkan subsidi PSO dari pemerintah, tapi tidak demikian halnya dengan swasta yang semua pembiayaan baik investasi kapal maupun operasionalnya menggunakan biaya sendiri. Dengan rendahnya kondisi pentarifan tersebut, pengusaha mendorong pemerintah untuk dapat memberikan insentif kepada dunia usaha dibidang transportasi laut dan penyeberangan agar pengusaha bisa tetap hidup. "Seperti pungutan PNBP dan pajak-pajak lainnya, seyogyanya juga diturunkan seperti halnya di negara-negara lain yang terdiri banyak pulau, perpajakan untuk transportasi laut/penyeberangan diberikan lebih rendah dibandingkan industri lainnya, mengingat fungsi strategisnya. Juga terhadap permasalahan kekurangan dermaga di beberapa lintas penyeberangan strategis kami berharap pemerintah dapat melakukan percepatan pembangunannya sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal,"ujarnya. Sementara permasalahan untuk infrastruktur angkutan laut adalah dangkalnya alur pelayaran yang ada di beberapa pelabuhan di Kalimantan yang sudah lama tidak dilakukan pengerukan. Krn dangkalnya alur tersebut sangat beresiko terhadap keselamatan pelayaran dan juga menyebabkan ekonomi biaya tinggi. (Ika)DLU Raih Penghargaan Layanan Publik Kemenhub RI
Kamis 27-10-2022,16:38 WIB
Reporter : Erika
Tags : #kemenhub
#dharma lautan utama
Kategori :
Terkait
Rabu 13-05-2026,14:27 WIB
Kemenhub Siap Dukung Pembangunan Flyover Pasar Tempel Baturaja
Kamis 09-04-2026,21:01 WIB
Muba Pacu Transformasi SDM, Kolaborasi dengan Kemenhub Cetak Taruna Siap Pakai
Rabu 18-03-2026,20:20 WIB
Berikan Kenyamanan untuk Penumpang, BNNK OKI Tes Urine Para Sopir Bus Terminal Kayuagung
Kamis 03-04-2025,20:13 WIB
Pergerakan Pemudik Lebaran 2025 Diprediksi Turun, Tren Penggunaan Mobil Pribadi Tetap Tinggi
Selasa 05-12-2023,18:27 WIB
Soal Penyebab Bus Transmusi Teman Bus Stop Operasional, Ini Penjelasan Kementerian Perhubungan..
Terpopuler
Minggu 07-06-2026,20:53 WIB
Tim Penyidik Kejari OKI Kembali Geledah KUPP Kelas III Sungai Lumpur
Senin 08-06-2026,17:08 WIB
Bansos 2026: Cara Cek BPNT Juni 2026 Lewat HP, KPM Cukup Pakai NIK KTP
Senin 08-06-2026,11:26 WIB
Hasil Piala AFF U-19 2026: Indonesia U-19 Kalahkan Vietnam 2-1, Garuda Muda ke Semifinal.
Minggu 07-06-2026,22:42 WIB
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Perkuat Aksi Iklim Melalui Penghijauan dan Pengelolaan Sampah
Senin 08-06-2026,11:18 WIB
Livery Hitam-Emas Ikonik, Ducati Streetfighter V4 S "100" Cuma untuk Kolektor
Terkini
Senin 08-06-2026,20:29 WIB
KPK OTT Bupati Muara Enim Edison Dan 9 Lainnya, Dugaan Korupsi Dana Pendidikan dan Pengadaan Jadi Sorotan
Senin 08-06-2026,19:05 WIB
Update Kasus Dugaan Pemotongan Insentif di Puskesmas, Kejari Periksa Puluhan Saksi
Senin 08-06-2026,18:57 WIB
KPK Segel Sejumlah Ruangan Pemkab Muara Enim, Termasuk Ruang Kerja Bupati
Senin 08-06-2026,18:46 WIB
Polres OKU Gelar Sunatan Massal Gratis
Senin 08-06-2026,18:42 WIB