Kasus Stunting Tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan, Ketua TP PKK Mura Lakukan Hal Ini

Kamis 02-02-2023,12:51 WIB
Reporter : Yati
Editor : Bambang

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID.-  Angka stunting di Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). 

Karena itu Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejaheraan Keluarga atau lebih dikenal TP PKK Mura tidak tinggal diam. 

‘Penurunan stunting tahun 2022 dibandingkan 2021 hanya 3 persen,’ ujar Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas, Riza Novanto Gustam, Rabu 1 Februari 2023.

Karena itu, menurutnya, di 2023 PKK hanya mendorong program yang menyentuh dan berdampak langsung kepada penurunan angka stunting. 

BACA JUGA:Bantu Atasi Stunting, Polres Lubuklinggau Lakukan Hal Ini...

BACA JUGA:Tahun 2022, Stunting di OKI Kembali Mengalami Penurunan, Ini Kata Ketua DPPKB OKI...

‘Jujur bagi saya kalau hanya pencegahan pernikahan usia dini itu belum menyentuh, itu bukan kebijakan strategis,’ ujarnya.

Karena itu saat ini PKK sedang bekerjasama mengajak leading sektornya seperti Dinas KB juga Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi kembali, untuk menentukan apa alternatif strategisnya dalam penurunan stunting. 

‘Saya tidak punya kewenangan untuk membuat program, namanya TP PKK kan Tim Penggerak. 

Artinya apa, semua yang diprogramkan kami yang menggerakan sampai ke desa,’ jelas Riza.

BACA JUGA:Sumsel Masuk Tiga Besar Provinsi Yang Berhasil Turunkan Angka Stunting

BACA JUGA:Atasi Stunting, Inflasi dan Kemiskinan Ekstrem, Pemkot Lubuklinggau Alokasikan Dana Rp 6 Miliar

Hanya saja dalam rapat, dirinya selaku Ketua TP PKK menyampaikan semua ide yang dipikirkan untuk program percepatan penurunan stunting. ‘Tetapi yang menentukan ya merekala leading sektornya,’ tegasnya.

Selain itu, dikatakan Riza, pada 2023 TP PKK juga akan lebih menggalakan literasi untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat Musi Rawas. 

Karena stunting berhubungan dengan wawasan masyarakat, kalau wawasan dari masyarakat rendah stuntingnya juga bisa tinggi. 

Kategori :