Beberapa kasus bahkan melibatkan klaim palsu bahwa AdaKami telah mengirim dana ganda.
BACA JUGA:Mudik Tenang, Transaksi Aman! Ada 1 Juta AgenBRILink, Transaksi Masyarakat Semakin Dekat dan Mudah
“Situasi ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan digital terus mencoba mencari celah untuk memanfaatkan situasi.
Untuk itu, selain mengaplikasikan teknologi terkini, AdaKami juga secara rutin terus melakukan edukasi agar masyarakat semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan online,” imbuh Jonathan.
Lantas, apa yang masyarakat bisa lakukan untuk menghindari penipuan digital? Berikut
Beberapa langkah yang dapat diikuti:
● Hindari Membuka Tautan Mencurigakan
Phishing merupakan salah satu modus paling umum yang sering ditemui.
Tautan Website untuk phising akan terlihat mirip dengan website resmi dan menggunakan nama domain yang mirip.
Untuk itu, AdaKami menyarankan agar pengguna selalu menghindari membuka tautan yang dikirimkan oleh orang yang tidak dikenal baik melalui pesan singkat, email, atau media sosial, yang mengatasnamakan lembaga keuangan.
● Lakukan Verifikasi Informasi
Banyak pelaku yang sering berpura-pura menjadi Customer Service lembaga keuangan.
Patut diperhatikan bahwa lembaga keuangan memiliki Customer Service resmi.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Pengguna AdaKami bisa menghubungi hotline 1500077.