BACA JUGA:Ertiga Berlogo Toyota? Begini Strategi Baru Dua Raksasa Jepang di Dunia Otomotif
“Kontur jalan di Sumatera memang beragam, tidak semuanya mulus.
Namun dengan ground clearance tinggi dan e-4ORCE, X-Trail e-POWER siap menghadapi semua medan tanpa kehilangan kenyamanan,” tutur Caca menambahkan.
Bukan Hybrid Biasa: Sistem Penggerak 100% Listrik
Caca juga menegaskan bahwa X-Trail e-POWER tidak bisa disamakan dengan hybrid konvensional.
BACA JUGA:VinFast Limo Green: MPV Listrik 7-Seater Penantang Toyota Innova Zenix
BACA JUGA:Beda Tipis, Fitur Nggak Tipis! Ini Perbandingan Yamaha Aerox Rp 33 Juta vs Rp 41 Juta
“Mobil ini digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik. Mesin bensin sama sekali tidak menggerakkan roda, hanya mengisi daya baterai. Jadi pengalaman berkendaranya murni seperti EV, tapi tanpa repot isi daya eksternal,” tegasnya.
Dengan karakteristik unik ini, Nissan berhasil menciptakan segmen baru di pasar SUV elektrifikasi — perpaduan antara performa EV dan fleksibilitas mesin bensin.
Target Pasar: Profesional Modern yang Ingin Mobil Pintar dan Efisien
Menurut Caca, Nissan menargetkan segmen profesional modern berusia 35–50 tahun, yaitu mereka yang ingin menikmati teknologi mobil listrik tanpa kompromi kenyamanan dan jarak tempuh.
BACA JUGA:Tampil Beda di Jalanan! Inilah Benda BD250, Motor Cruiser 250cc Bergaya Unik dan Modern.
BACA JUGA:Hyundai Stargazer 2025, Wajah Baru Si Penantang Kuat Xpander Cross
“Target kami adalah konsumen yang aktif, mapan, dan melek teknologi. Mereka ingin sensasi EV tapi masih butuh kepraktisan mobil bensin untuk perjalanan jauh,” ujarnya.
Dengan harga sekitar Rp 805 jutaan, X-Trail e-POWER diposisikan sebagai SUV menengah-premium yang menawarkan nilai lebih di segmen elektrifikasi, bersaing dengan model seperti Honda CR-V e:HEV dan Toyota RAV4 Hybrid.
Palembang Jadi Kota Strategis, Pintu Gerbang Pasar Sumatera