Sepuluh menit kemudian, Gittens melakukan solo run yang hampir membuahkan gol kedua, tetapi upayanya diblok Lesley Ugochukwu dan melintas tipis di sisi gawang.
BACA JUGA:Hasil Australian Open: Alwi Farhan Lolos ke 8 Besar.
BACA JUGA:Jadwal Lengkap Wakil Indonesia di R16 Australian Open 2025
Burnley mencoba bangkit dengan menekan lewat umpan-umpan panjang yang diarahkan kepada Flemming.
Peluang terbaik mereka datang pada menit ke-70 ketika Benoit Badiashile gagal memotong bola, namun Flemming malah membuang kesempatan dengan tembakan yang melambung.
Tekanan Burnley justru memberi ruang bagi Chelsea untuk melancarkan serangan balik. Hingga akhirnya, gol kedua lahir pada menit ke-88.
Pedro Neto menggiring bola dari sisi kanan dan memberikan umpan kepada Marc Guiu yang masuk sebagai pemain pengganti. Guiu dengan cerdik menarik perhatian bek lawan sebelum memberikan assist matang kepada Enzo Fernandez.
Dengan penyelesaian klinis, gelandang asal Argentina itu menutup laga dengan gol yang memastikan kemenangan 2-0.
Pertandingan berakhir tanpa kejutan tambahan, dan Chelsea mengantongi clean sheet ketiga secara beruntun.
Statistik menunjukkan dominasi The Blues: 15 tembakan, 56% penguasaan bola, dan sembilan tendangan sudut.
Kemenangan ini semakin menguatkan posisi Chelsea sebagai penantang serius dalam perebutan papan atas Premier League musim ini.
Sementara Burnley masih terjebak di posisi ke-17 dengan 10 poin dan harus segera menemukan solusi untuk keluar dari tekanan zona degradasi.
Di bawah Maresca, Chelsea terlihat semakin matang secara taktik dan efektif dalam memanfaatkan peluang.
Jika tren positif ini berlanjut, The Blues berpotensi menjadi ancaman nyata bagi Arsenal dan Manchester City dalam persaingan gelar.