Pendekatan ini membuat Niva sangat cocok untuk kondisi geografis Rusia yang terkenal ekstrem, mulai dari salju tebal, lumpur, hingga jalur berbatu di wilayah terpencil.
Ground clearance tinggi, overhang pendek, serta sistem 4WD dengan differential lock menjadi senjata utama Niva dalam menaklukkan medan berat.
Tak heran jika mobil ini banyak digunakan oleh militer, petani, hingga petualang di wilayah pedalaman Rusia dan Eropa Timur.
Mesin Sederhana, Ketangguhan Teruji
Lada Niva dibekali mesin bensin sederhana berkapasitas sekitar 1.7 liter naturally aspirated, dipadukan dengan transmisi manual dan sistem penggerak empat roda permanen.
Angka tenaga memang tidak besar jika dibandingkan SUV modern, namun torsi yang konsisten dan konstruksi mekanis yang simpel justru menjadi keunggulan utamanya.
Kesederhanaan ini membuat Lada Niva dikenal mudah dirawat, tahan banting, dan mampu beroperasi di wilayah minim infrastruktur.
Filosofi inilah yang membuat Niva sering disandingkan dengan Suzuki Jimny sebagai SUV kecil sejati, bukan sekadar gaya hidup.
Ikon Nasional Rusia yang Mendunia
Seperti halnya Suzuki Jimny di Jepang, Lada Niva telah menjadi ikon nasional Rusia.
Popularitasnya bahkan menembus pasar global, termasuk Eropa Barat, Amerika Latin, hingga Australia.
Di beberapa negara, Niva dikenal sebagai SUV murah namun sangat andal untuk kebutuhan off-road ekstrem.
Hingga kini, meski telah mengalami beberapa pembaruan, DNA asli Lada Niva tetap dipertahankan.
Inilah yang membuatnya terus relevan di tengah gempuran SUV modern yang semakin kompleks dan sarat teknologi.
Jimny vs Niva: Dua Legenda, Satu Jiwa Petualang
Suzuki Jimny dan Lada Niva lahir dari latar belakang budaya dan kebutuhan yang berbeda, namun memiliki jiwa yang sama: kendaraan kecil, tangguh, dan siap menaklukkan medan apa pun.