Sementara Pertamax Green 95 kini dibanderol Rp13.150 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp13.500 per liter.
Tak hanya BBM bensin, segmen BBM diesel juga mengalami koreksi harga.
Dexlite turun cukup tajam menjadi Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp14.700 per liter.
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Pastikan BBM Tersedia di SPBU Muara Enim
Sedangkan Pertamina Dex turun dari Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter.
Namun demikian, Pertamina memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan.
Solar subsidi tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter, sedangkan Pertalite (RON 90) masih dipatok Rp10.000 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM dilakukan secara berkala dengan mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah.
“Penyesuaian harga ini kami lakukan dengan mempertimbangkan tren harga rata-rata publikasi minyak dunia, seperti Argus dan Mean of Platts Singapore (MOPS), serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujar Robert dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa Pertamina tetap berkomitmen menjaga harga BBM non-subsidi agar kompetitif di tengah persaingan dengan perusahaan swasta.
Menurutnya, harga Pertamax Series dan Dex Series diupayakan tetap terjangkau tanpa mengurangi kualitas produk.
Robert juga menegaskan bahwa harga BBM dapat berbeda di tiap daerah, tergantung besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah provinsi.
Tak hanya Pertamina, perusahaan migas multinasional Shell juga menyesuaikan harga BBM di jaringan SPBU-nya.
Mengutip laman resmi Shell Indonesia, penurunan harga berlaku di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Harga Shell Super (RON 92) turun menjadi Rp12.700 per liter dari sebelumnya Rp13.000 per liter pada Desember 2025.