Bagian depan tampil bersih dengan gril tertutup khas EV, dipadukan logo Mazda illuminated yang memberi kesan futuristik.
Mazda juga menyematkan lubang aerodinamika di kap mesin serta di area jendela pilar D, solusi yang bukan hanya estetis tetapi juga fungsional untuk efisiensi aliran udara.
Salah satu detail yang cukup mencuri perhatian adalah kaca pintu frameless, fitur yang jarang ditemui di SUV dan lebih sering diasosiasikan dengan mobil premium atau sport.
Interior Digital Total, Minim Tombol
Masuk ke kabin, Mazda CX-6e langsung menunjukkan arah baru filosofi interior Mazda di era elektrifikasi.
Interiornya didominasi layar head unit ultra-wide berukuran 26,45 inci dengan resolusi 5K.
Mazda secara sadar memindahkan hampir seluruh fungsi kendaraan ke dalam layar, mulai dari pengaturan AC, hiburan, navigasi, hingga pengaturan kendaraan.
Tombol fisik disisakan sangat minim.
Sebagai kompensasi, Mazda mengandalkan voice command berbasis AI, yang diklaim mampu membantu berbagai fungsi kendaraan secara intuitif tanpa harus menyentuh layar.
Langkah ini menunjukkan bahwa Mazda mulai berani meninggalkan pendekatan konservatifnya, dan siap bersaing langsung dengan brand EV yang sejak awal mengedepankan konsep digital cockpit.
Fitur Premium: 9 Airbag hingga Dolby Atmos
Sebagai SUV listrik kelas menengah-atas, Mazda CX-6e dibekali fitur yang tergolong sangat lengkap.
Beberapa highlight utama meliputi:
9 airbag untuk perlindungan maksimal
Jok depan dengan footrest, meningkatkan kenyamanan perjalanan jauh
Sistem audio 23 speaker Dolby Atmos 7.1.4 channel