Lecce sendiri bukan tanpa perlawanan. Tim tamu sempat mencuri perhatian lewat peluang Riccardo Sottil, meski penyelesaiannya masih melebar dan menjadi satu-satunya ancaman berarti mereka di babak pertama.
BACA JUGA:Semifinal Carabao Cup: Man City Bungkam Newcastle 2-0,The Citizens Dekat ke Final.
BACA JUGA:Hasil Liverpool vs Barnsley 4-1: Wirtz dan Ekitike Antar The Reds ke Ronde 4.
Memasuki babak kedua, pola permainan tak banyak berubah. Inter terus menggempur, sementara Lecce bertahan disiplin dan mengandalkan serangan balik.
Falcone kembali menjadi tembok kokoh dengan menggagalkan peluang dari Barella dan Andy Diouf.
Melihat kebuntuan yang tak kunjung terpecah, Cristian Chivu akhirnya memasukkan Lautaro Martínez untuk menambah daya dobrak. Keputusan tersebut terbukti krusial.
Pada menit ke-78, sepakan Lautaro yang sempat ditepis Falcone justru mengarah ke Francesco Pio Esposito.
Tanpa ragu, penyerang muda tersebut menyambar bola rebound dan mengirimnya ke dalam gawang Lecce.
Gol itu langsung mengubah dinamika pertandingan. Lecce mencoba keluar dari tekanan demi mencari gol penyeimbang, namun Inter tampil solid hingga peluit panjang dibunyikan.
Secara statistik, Inter unggul hampir di semua aspek dengan catatan tujuh tembakan tepat sasaran berbanding satu milik Lecce.
Kemenangan ini menjadi yang ke-12 bagi Inter dari 14 laga Serie A musim ini, sekaligus memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen.
Sebaliknya, Lecce harus menelan kekalahan ketiga secara beruntun.
Hasil ini membuat mereka kian terancam zona degradasi, hanya terpaut tiga poin dari garis merah, serta masih menjadi tim dengan produktivitas gol terendah di Serie A musim ini.