PALEMBANG, PALPOS.CO – Kalimat Hari Apes Tak ada di kalender nampaknya nyata, kurang lebih itulah yang dialami FH (22), seorang pemuda di Palembang.
Niat hati ingin menuntaskan Hasrat karna sudah BU Alias "berat ujung" Memesan PSK melalui aplikasi MiChat, dirinya malah nyaris meregang nyawa setelah dikeroyok gerombolan pria di kawasan Rusun Jalan Radial, Kelurahan 26 Ilir, Palembang.
Peristiwa Nahas ini terjadi pada Sabtu (10/1/2026) siang. Kejadian bermula saat korban memesan seorang wanita melalui aplikasi hijau tersebut.
Namun, setibanya di lokasi kejadian, korban mendadak membatalkan pesanan. Keputusan inilah yang memicu amarah komplotan pelaku yang diduga sudah "standby" di lokasi.
BACA JUGA:Sidang PMH Bina Darma: Pihak Tergugat Persoalkan Lokasi Objek Sengketa dalam Sertifikat
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Tuntut Kinerja Nyata Usai Lantik 154 Pejabat Pemprov Sumsel
Begitu pesanan dibatalkan, korban FH tak bisa langsung pulang. Ia dicegat oleh pelaku Feri dan RE (DPO) yang langsung menarik dan mendorong korban.
Tak hanya kekerasan fisik, nyali korban diciutkan dengan ditahannya kunci sepeda motor milik korban.
"Pelaku RE menahan kunci motor korban, sementara Feri meminta sejumlah uang dengan dalih uang parkir.
Karena ketakutan, korban menyerahkan uang sebesar Rp 195 ribu agar bisa pergi," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, Kamis (15/1/2026).
Merasa diperlakukan tidak adil, korban menghubungi kakaknya. Keduanya kemudian mencoba mendatangi kembali para pelaku di Rusun Radial untuk menanyakan masalah tersebut.
Namun, bukannya penjelasan yang didapat, korban justru disambut dengan senjata tajam.
Pelaku Feri muncul membawa sebilah pedang sepanjang satu meter, disusul RE dan RB (keduanya DPO) yang masing-masing mempersenjatai diri dengan kayu dan balok. Kalah jumlah dan senjata, korban dan kakaknya lari tunggang langgang.