Kehadiran versi ini dinilai krusial karena segmen 5-penumpang merupakan tulang punggung pasar mobil penumpang di Indonesia.
Strategi Produk Jangka Panjang Mobil Nasional Listrik
Pendekatan multi-model ini menunjukkan bahwa mobil nasional listrik tidak hanya dikembangkan sebagai proyek simbolik, tetapi sebagai produk komersial jangka panjang.
Dengan menghadirkan opsi 7-penumpang dan 5-penumpang, i2C berpotensi menjangkau kebutuhan keluarga besar hingga pengguna urban.
Langkah tersebut juga sejalan dengan tren kendaraan listrik global, di mana diversifikasi model menjadi kunci keberlanjutan merek dan daya saing industri.
Kolaborasi Akademisi dan Industri Global
Dalam proses pengembangannya, PT TMI tidak berjalan sendiri.
Harsusanto menyebutkan bahwa berbagai universitas ternama di Indonesia turut dilibatkan untuk memastikan kualitas dan inovasi teknologi.
Beberapa institusi yang terlibat antara lain:
Institut Teknologi Bandung (ITB) – berkontribusi pada desain dan pengembangan kendaraan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – fokus pada pengembangan sel baterai listrik
Universitas Indonesia (UI) – bekerja sama dengan Italdesign, studio desain otomotif kelas dunia asal Italia
Kolaborasi ini memperkuat fondasi mobil nasional listrik sebagai produk berbasis riset, bukan sekadar rakitan.
Diisi SDM Berpengalaman dari Pabrikan Dunia
Menariknya, pengembangan mobil nasional listrik ini juga melibatkan tenaga ahli jebolan pabrikan otomotif global.
Disebutkan bahwa profesional dengan latar belakang Audi, BMW, hingga grup Astra turut ambil bagian dalam proyek i2C.