Saya minta KSMI Sumsel berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk Dinas PU Perkim, agar pembagian hak dan kewajiban antara pusat dan daerah jelas, transparan, dan persiapannya berjalan lancar,” tegasnya.
BACA JUGA:Sekda 4 Lawang Jadi Saksi Kunci, Aliran Dana 'Kotor' Terungkap di Sidang Korupsi APAR
Pemprov Sumsel, lanjut Herman Deru, juga akan menyiapkan infrastruktur penunjang seperti akomodasi bagi atlet dan ofisial, serta lapangan pertandingan yang memenuhi standar internasional.
Sementara itu, President IMF Mr. M. Dousari mengaku sangat bahagia dapat berkunjung ke Sumsel dan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan.
“Sumsel sudah dikenal sebagai daerah yang berpengalaman menggelar event internasional. Dari pengamatan kami di level Asia, kami yakin penyelenggaraan turnamen ini akan berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menekankan bahwa olahraga merupakan faktor pemersatu bangsa-bangsa. Kunjungan ini menjadi yang pertama baginya ke Sumsel dan diharapkan dapat memperkuat hubungan persaudaraan di masa mendatang.
“Saya optimistis Asian Mini Football Championship 2026 akan sukses dengan dukungan penuh dari Gubernur Sumsel,” ujarnya.
Dalam turnamen ini, sebanyak 16 negara akan ambil bagian, yakni Indonesia, Lebanon, Timor Leste, Irak, Maladewa, Singapura, Taiwan, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Filipina, India, Pakistan, Kazakhstan, Tiongkok, dan Brunei Darussalam.
Negara-negara peserta telah dibagi ke dalam empat grup melalui proses undian terbuka yang dilaksanakan di Jakarta pada Rabu (4/2/2026) lalu.
Ketua KSMI Pusat Yan Mulia Abidin menjelaskan pemilihan Jakabaring Sport City sebagai lokasi pertandingan karena kawasan tersebut dinilai lengkap dan terintegrasi.
“Jakabaring sudah one stop service, dari hulu ke hilir. Hari ini rombongan juga akan mengecek langsung kesiapan lapangan. Untuk mini football, kawasan ini sangat memungkinkan karena sesuai standar,” jelasnya.
Yan juga menyebutkan bahwa Presiden IMF menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Asian Mini Football Championship 2026 menggantikan Vietnam yang terkena sanksi.
“Jika penyelenggaraan ini sukses, bukan tidak mungkin kedepan Sumsel bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Football dengan peserta hingga 53 negara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yan menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga mendukung pengembangan sport industry dan sport tourism.
Oleh karena itu, KSMI melibatkan berbagai kementerian, mulai dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, hingga sektor kebudayaan.