Tenun Tuan: Dari Warisan Keluarga Menuju Asa Pelestarian Budaya Palembang

Sabtu 07-02-2026,13:32 WIB
Reporter : Romi
Editor : Dahlia

Tenun Tuan Menggerakan Ekonomi Warga Lokal

Dalam menjalankan bisnis Tenun Tuan, Sarifudin dibantu rekan-rekannya sekitar 30 orang yang berasal dari lingkungan sekitar Tuan Kentang.

Dimana 20 orang diantaranya merupakan penenun tetap, sementara lainnya terlibat dalam penggulungan benang, pemintalan, dan pembuatan motif.

“Yang bukan penenun itu hampir semuanya warga lokal. Dari benang sampai motif, semua melibatkan masyarakat sekitar,” lanjutnya.

Model kerja ini bukan hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga memastikan transfer pengetahuan berlangsung secara berkelanjutan.

Dukungan PTBA dan Rumah BUMN 

Dukungan besar juga datang dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang membantu pemasaran ke luar kota, seperti Jakarta dan Mandalika, bahkan hingga ke pameran internasional Tong-Tong Fair di Belanda.

Tak hanya dalam hal pemasaran, Sarifudin mengakui bahwa bimbingan dari PTBA ini sangat krusial bagi perkembangan bisnisnya, mulai dari pelatihan di Rumah BUMN Banyuasin, pemberian nama usaha, hingga desain kemasan (packaging) yang lebih modern dan berkelas.

“Saya berterimakasih sekali karena PTBA memberikan kami banyak ilmu, termasuk memahami karakteristik pasar dan juga produk yang saya jual,” katanya.

Bukan Hanya Bisnis, Namun Juga Pelestarian Budaya

Bagi Sarifudin, Tenun Tuan bukan sekadar bisnis. Ada misi yang lebih besar: melestarikan budaya Palembang.

Oleh karena itu, ia bercita-cita membuka tempat produksi baru yang mampu menyerap tenaga kerja dari Masyarakat sekitar, khususnya yang belum memiliki pekerjaan. 

“Karena sejujurnya, tidak semua pemilik bisnis menguasai seluruh Teknik pembuatannya, jadi saya ingin ada pengembangan usaha agar ilmu yang saya miliki bisa saya bagikan kepada yang lainnya,” pungkasnya.

-----------------oooooo---------------------

Untuk Informasi lebih lanjut silakan menghubungi: 

Eko Prayitno

Kategori :