“Banyak pelanggan mencari menu tradisional yang tetap terasa ringan namun mengenyangkan.
BACA JUGA:Udang Scampi : Primadona Laut yang Kian Diminati Pasar Global
BACA JUGA:Bolu Kukus Pandan Asli Mekar, Wangi Alami dan Lembut di Lidah
Nasi bakar ayam suwir kemangi memenuhi kriteria itu,” ujar Rina, pemilik sebuah warung makan di kawasan Jakarta Selatan. Ia mengaku mampu menjual ratusan porsi setiap harinya, terutama pada jam makan siang.
Dari sisi nutrisi, nasi bakar ayam suwir kemangi juga memiliki nilai tambah. Ayam sebagai sumber protein membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, sementara daun kemangi dikenal mengandung antioksidan serta memberikan efek menyegarkan bagi tubuh.
Meski demikian, penggunaan santan atau minyak dalam jumlah berlebih tetap perlu diperhatikan agar sajian ini tetap seimbang secara gizi.
Keunikan lain dari nasi bakar ayam suwir kemangi terletak pada fleksibilitas resepnya. Setiap daerah memiliki sentuhan berbeda dalam mengolah bumbu.
Di Jawa Barat, misalnya, cita rasanya cenderung lebih pedas dengan tambahan cabai rawit utuh di dalam nasi.
Sementara di beberapa daerah Jawa Tengah, rasa gurihnya lebih dominan dengan sentuhan manis khas masakan setempat. Variasi ini menunjukkan betapa kayanya kuliner Nusantara.
Proses pembuatannya memang membutuhkan ketelatenan. Setelah nasi setengah matang dicampur dengan bumbu dan sebagian ayam suwir, nasi diletakkan di atas daun pisang yang telah dipanaskan agar lentur.
Tambahan ayam suwir dan daun kemangi diletakkan di tengah sebelum nasi dibungkus rapat dan disemat dengan lidi.
Bungkusan tersebut kemudian dipanggang di atas bara api hingga daun pisang sedikit menghitam dan aroma harumnya tercium kuat.
Aroma asap yang meresap ke dalam nasi menjadi ciri khas yang sulit ditiru dengan metode memasak lain.
Beberapa pelaku usaha modern mencoba memanggangnya menggunakan oven, namun banyak penikmat kuliner menilai bahwa sensasi bakar tradisional tetap memberikan rasa yang lebih autentik.
Tidak hanya dijajakan di warung makan tradisional, nasi bakar ayam suwir kemangi kini juga hadir di kafe dan restoran dengan tampilan lebih modern.
Beberapa tempat menyajikannya bersama sambal matah, lalapan segar, atau tambahan telur asin untuk memberikan variasi rasa.