Puncaknya, pelatih Benfica, Jose Mourinho, diganjar kartu merah oleh wasit setelah protes keras di pinggir lapangan.
BACA JUGA:Hasil Inter Milan 3-2 Juventus: Gol Menit 90 Zielinski Kunci Derby d’Italia.
BACA JUGA:Hasil Real Madrid vs Real Sociedad: Real Madrid Hajar Sociedad 4-1 dan Geser Barcelona.
Absennya Mourinho di leg kedua jelas menjadi pukulan tambahan bagi wakil Portugal tersebut.
Tak hanya itu, di menit-menit akhir laga, beberapa suporter tuan rumah dilaporkan melempar benda ke arah lapangan.
Situasi semakin panas, tetapi Madrid tetap tenang. Mereka memilih fokus menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Skor 1-0 memang terlihat tipis. Namun dalam konteks Liga Champions, kemenangan tandang adalah aset berharga.
Madrid kini membawa modal penting menuju leg kedua di Santiago Bernabéu.
Dengan pengalaman dan mental juara, Los Blancos berada di posisi ideal untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Bagi Benfica, tugas berat menanti. Mereka wajib tampil lebih efektif dan agresif di Madrid jika ingin membalikkan agregat.
Satu kesalahan kecil saja bisa kembali dihukum oleh tim yang dikenal sebagai “Mr. Champions” ini.
Pertandingan ini bukan sekadar tentang skor. Ini tentang mentalitas. Tentang bagaimana Real Madrid tetap berdiri tegak di tengah tekanan, drama, dan atmosfer hostile.
Karena di Liga Champions, dominasi tak selalu ditentukan oleh penguasaan bola. Sering kali, yang menentukan adalah ketenangan, efisiensi, dan naluri pembunuh.
Dan sekali lagi, Real Madrid menunjukkan bahwa mereka masih menjadi standar tertinggi di Eropa.
Leg pertama milik El Real. Drama belum selesai. Bernabéu menanti.