Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengaku puas dengan performa timnya. Menurutnya, gol pertama lahir dari skema yang memang sudah dipersiapkan untuk memanfaatkan ruang kosong.
BACA JUGA:Hasil Club Brugge 3-3 Atletico Madrid: Atletico Gagal Menang di Belgia.
BACA JUGA:Hasil Qarabag 1-6 Newcastle United: The Magpies Hampir Kunci Tiket 16 Besar.
“Kami punya pemain yang tahu cara menyerang ruang. Dan tentu saja, Dimarco punya kaki kiri luar biasa,” ujarnya.
Yang membuat kemenangan ini terasa spesial adalah absennya sejumlah pemain kunci seperti Barella, Calhanoglu, Dumfries, hingga Lautaro Martinez. Namun Inter tetap tampil solid dan efektif.
Chivu menegaskan bahwa timnya tidak bergantung pada satu atau dua nama. “Tidak ada pemain inti atau cadangan. Semua terlibat dan semua punya kualitas penting,” tegasnya.
Dengan jadwal padat dan perjalanan panjang dari laga sebelumnya, Inter tetap mampu menunjukkan fokus tinggi. Mentalitas juara semakin terasa dalam setiap lini permainan mereka.
Lecce Akui Keunggulan Inter
Di sisi lain, pelatih Lecce Eusebio Di Francesco mengakui kualitas lawannya. Ia menyebut Inter bermain sangat serius dan hampir tak memberi ruang sedikit pun.
“Cepat atau lambat, melawan tim seperti Inter, Anda akan kebobolan. Mereka benar-benar kuat,” ujarnya.
Lecce sebenarnya tampil disiplin, namun kualitas individu dan pengalaman Inter berbicara lebih lantang di momen krusial.
Kokoh di Puncak, Misi Juara Makin Nyata
Dengan kemenangan ini, Inter kokoh di puncak klasemen Serie A dengan 64 poin dari 26 laga (21 menang, 1 seri, 4 kalah). Mereka kini unggul jauh dari rival terdekat, AC Milan.
Tiga poin di kandang Lecce bukan sekadar kemenangan biasa. Ini adalah pernyataan tegas bahwa Inter siap menjaga konsistensi hingga garis akhir musim.
Jika performa seperti ini terus dipertahankan, Nerazzurri bukan hanya memimpin klasemen — mereka sedang melaju menuju Scudetto.