Gol itu seolah menjadi titik balik. Madrid terus menggempur. Beberapa peluang tercipta, namun efektivitas menjadi masalah. Dari 15 tembakan, hanya lima yang tepat sasaran.
BACA JUGA:Hasil Lille vs Crvena Zvezda 0-1: Verdonk Cadangan, Wakil Prancis di Ujung Tanduk.
BACA JUGA:Hasil Fenerbahce vs Nottingham Forest 0-3: Dua Brasil Mengamuk.
Saat laga terlihat akan berakhir imbang, drama sesungguhnya justru baru dimulai.
Raúl García Jadi Algojo di Menit Akhir
Menit ke-90 menjadi mimpi buruk bagi Madrid. Serangan cepat Osasuna menghasilkan kemelut di kotak penalti. Raúl García muncul tanpa kawalan dan menyambar bola ke dalam gawang.
Gol sempat diperiksa VAR, membuat jantung pendukung tuan rumah berdegup kencang. Namun keputusan akhir sah: gol! Skor berubah 2-1. El Sadar bergemuruh, sementara Madrid terdiam.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Osasuna menang dramatis.
Statistik Tak Menjamin Kemenangan
Secara angka, Madrid unggul. Penguasaan bola 61,3 persen, tujuh sepak pojok, serta lima tembakan tepat sasaran. Namun Osasuna bermain efektif. Dari dua tembakan tepat sasaran, dua berbuah gol.
Kekalahan ini membuat posisi Madrid di papan atas makin terancam. Jarak dengan rival terdekat tetap tipis dan tekanan dalam perburuan gelar semakin besar.
Sebaliknya, kemenangan ini menjadi bukti bahwa Osasuna bukan sekadar penggembira. Di kandang sendiri, mereka mampu menjatuhkan raksasa.
El Sadar kembali menjadi saksi: dalam sepak bola, dominasi tidak selalu berarti kemenangan. Satu momen, satu gol, bisa mengubah segalanya.