MUARA ENIM, PALPOS.CO - Proyek pengembangan irigasi bendungan Ataran Lubuk Genting 1 Air Lemutu Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Agung, menambah masalah baru.
Pasalnya, siring irigasi yang baru dibangun tahun anggaran 2025 ambruk alias patah sepanjang 10 meter sehingga aliran air tidak sampai ke areal persawahan seluas 63 hektar dan petani gagal tanam.
Pantauan dilapangan, untuk menuju ke lokasi dari Muara Enim harus menempuh perjalanan tiga jam menggunakan kendaraan roda dua.
Akses dari Desa Tanjung Bulan menuju irigasi bendungan Ataran Lubuk Genting 1 Air Lemutu harus ditempuh jalan kaki dengan jarak tempuh 2 kilometer menelusuri area persawahan, kebun karet dan semak belukar dengan medan jalan melewati lereng perbukitan.
BACA JUGA:1 Pelaku Perampok Bersajam Gasak Minimarket Dibekuk
BACA JUGA:Muara Enim Jadi Tuan Rumah FORPROV Sumsel 2026
Setibanya dilokasi didapati siring atau saluran irigasi yang baru dibangun PT Danadipa Cipta Konstruksi dengan kode lelang 10048797000, dengan pagu anggaran senailai Rp7.162.400.000 bersumber dari dana APBD 2025 itu, sudah ambruk ke bibir Sungai Lemutu.
Penyebab ambruknya siring itu didapati beberapa faktor utama diantaranya kualitas pembangunan buruk diduga kuat tidak memakai tulangan rangka besi, dinding siring yang dibangun berdiri diatas siring yang lama, tebal lantai dasar siring kurang lebih 2 cm, lantai siring hanya memakai besi 6 mm alias kelas banci, pemasangan jarak besi dasar lantai 40 cm dan tidak diikat.
Selain itu, campuran material semen dan pasir diduga tidak sesuai standar spesifikasi teknis (bestek) dan tidak memperhitungkan pergerakan tanah atau erosi di sekitar saluran serta dinding siring juga tidak diplester sehingga struktur dinding tidak memiliki pondasi yang kuat menahan dorongan debit air membuat dinding irigasi mudah roboh.
"Ambruknya irigasi yang baru dibangun sangat merugikan petani di antaranya menyebabkan air irigasi menjadi kering dan mengancam puluhan hektare sawah yang memicu potensi gagal tanam," ujar Yanto (53) dan Zulkarnain (55) petani sawah Desa Tanjung Bulan, Minggu 21 Februari 2026.
BACA JUGA:Peras 4 Kades, Oknum Wartawan Kena OTT
BACA JUGA:Perampok Bersajam Satroni Alfamart, Gasak Uang dan Tablet
Diceritakanya, ambruknya dinding saluran irigasi itu terjadi Rabu malam 18 Februari 2026. "Malam itu hujan deras, namun air tidak mengalir ke areal persawahan yang menggunakan pipa.
Setelah diperiksa ternyata dinding saluran irigasi ambruk. Kami bingung tidak bisa menggarap sawah," keluhnya.
Saat pembangunan pengembangan irigasi bendungan Ataran Lubuk Genting 1 Air Lemutu, para petani tidak bisa membajak sawah karena aliran air dihentikan.