Minim kreativitas di sepertiga akhir dan penyelesaian yang tumpul menjadi masalah klasik yang kembali muncul.
BACA JUGA:Hasil Lecce Vs Inter 0-2, Nerazzurri Makin Jauh Tinggalkan AC Milan di Klasemen.
BACA JUGA:Start dari Grid 28 di Phillip Island, Aldi Satya Mahendra Bidik 10 Besar WorldSSP 2026.
Parma bermain sederhana, disiplin, dan menunggu momen. Dan ketika kesempatan datang, mereka menghukum.
Beberapa keputusan wasit sempat memicu perdebatan, tetapi itu bukan alasan utama.
Milan gagal memaksimalkan peluang. Ketika tim pesaing seperti Inter terus konsisten meraih kemenangan, terpeleset di laga kandang seperti ini terasa mahal.
Scudetto Masih Realistis?
Dengan selisih 10 poin dari Inter, peluang Scudetto memang belum tertutup secara matematis. Namun secara realistis, jarak tersebut terasa berat.
Inter tampil stabil, jarang kehilangan angka, dan menunjukkan mental juara.
Milan sebelumnya digadang-gadang sebagai satu-satunya tim yang mampu menghentikan laju Nerazzurri musim ini.
Kini justru mereka tertinggal jauh dan mulai ditempel ketat oleh Napoli serta Roma di bawahnya.
Jika konsistensi Inter terus terjaga, maka gelar bisa segera mengarah ke sisi biru kota Milan.
Fokus Empat Besar?
Alih-alih terus menatap puncak, Milan mungkin harus mulai realistis. Mengamankan posisi empat besar demi tiket Liga Champions bisa menjadi target paling rasional.
Proyek jangka panjang dengan memberi ruang bagi pemain muda dan membangun chemistry baru mungkin lebih relevan untuk musim depan.
Parma pulang dengan senyum lebar. Milan gigit jari di rumah sendiri.