Mobil ini menggunakan warna dasar Bianco Benny, yang kemudian dipadukan dengan garis Rosso Monza, biru, dan turquoise.
Namun bukan sekadar permainan warna biasa. Desain grafisnya sengaja dibuat dengan efek seperti:
Bekas goresan dan “luka” pada bodi
Ilusi tambalan karbon fiber
Grafis yang menyerupai bekas perbaikan cepat di pit stop
Hasilnya adalah tampilan mobil yang seolah telah bertarung dalam balapan endurance 24 jam, sebuah jenis balapan yang terkenal sangat keras bagi mobil dan pembalap.
Konsep seperti ini jarang ditemukan di dunia hypercar, karena sebagian besar mobil super mahal biasanya tampil sempurna dan bersih. Justru karena itulah The Coyote memicu banyak diskusi di kalangan kolektor otomotif dan penggemar desain mobil.
Filosofi Desain yang Berbeda dari Hypercar Lain
Pendiri Pagani, Horacio Pagani, dikenal sebagai sosok yang selalu memadukan seni, teknologi, dan emosi dalam setiap mobil buatannya.
Pada proyek The Coyote, filosofi tersebut kembali terlihat jelas. Alih-alih menampilkan mobil sebagai karya seni yang steril, desain ini justru menceritakan sebuah narasi balapan.
Mobil seolah memiliki sejarah:
pernah mengalami duel sengit di lintasan
terkena serpihan debris
menjalani perbaikan cepat di pit
Padahal pada kenyataannya mobil ini tetap baru dan belum pernah mengikuti balapan apa pun.
Pendekatan desain yang “storytelling” seperti ini membuat mobil terasa lebih hidup dibanding sekadar hypercar mewah biasa.