Dengan memanfaatkan platform generasi baru tersebut, Mercedes berharap dapat menghadirkan SUV listrik kompak yang tetap memiliki performa, efisiensi, serta teknologi modern.
Harga Lebih Terjangkau
Saat ini, Mercedes-Benz G-Class dikenal sebagai SUV mewah dengan harga tinggi.
Di pasar global, model terbaru bahkan dibanderol mulai sekitar 139.900 dolar AS atau lebih dari Rp2 miliar jika dikonversikan ke rupiah.
Karena itu, kehadiran g-Class listrik mini diperkirakan akan memiliki harga jauh lebih rendah dibandingkan G-Class konvensional.
Strategi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar dan menarik konsumen yang sebelumnya tidak mampu membeli SUV legendaris tersebut.
Jika berhasil, langkah ini bisa membuat G-Class menjadi lebih populer di kalangan generasi baru pengguna kendaraan listrik.
Bagian dari Strategi EV Mercedes
Rencana menghadirkan g-Class listrik mini juga berkaitan dengan strategi elektrifikasi Mercedes yang semakin agresif.
Pada ajang yang sama, Mercedes juga memperkenalkan konsep Mercedes-Benz CLA Electric Concept yang menjadi model pertama dari lini kendaraan listrik entry-level baru.
Konsep tersebut menawarkan jarak tempuh yang sangat impresif, yaitu lebih dari 750 km berdasarkan standar WLTP.
Angka ini menunjukkan bahwa Mercedes sedang berusaha menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya mewah, tetapi juga efisien dan praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Era Baru G-Class
Dengan hadirnya EQG dan rencana g-Class listrik yang lebih kecil, Mercedes tampaknya ingin membawa ikon off-road ini ke era baru.
Transformasi ini bukan sekadar perubahan mesin dari bensin ke listrik, tetapi juga strategi untuk memperluas pasar, menghadirkan teknologi baru, dan memastikan bahwa G-Class tetap relevan di masa depan otomotif yang semakin ramah lingkungan.
Jika semua rencana berjalan sesuai jadwal, beberapa tahun ke depan dunia otomotif akan melihat keluarga G-Class yang jauh lebih beragam—mulai dari SUV listrik mewah hingga versi kompak yang lebih terjangkau, namun tetap membawa DNA petualang khas G-Wagon.