Gulai Kaki Sapi, Kuliner Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi

Minggu 15-03-2026,10:53 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Menurut para pelaku usaha kuliner, salah satu tantangan dalam mempertahankan hidangan tradisional seperti gulai kaki sapi adalah perubahan selera generasi muda.

BACA JUGA:Bola Ubi Ungu Isi Coklat Lumer, Tren Cemilan yang Menggoda Lidah

BACA JUGA:Martabak Telur Kulit Lumpia Jadi Tren Kuliner Praktis dan Renyah di Berbagai Daerah

Saat ini, banyak anak muda lebih tertarik mencoba makanan modern atau kuliner luar negeri yang sedang populer di media sosial.

Meski demikian, masih banyak pula generasi muda yang mulai kembali tertarik pada makanan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya.

Fenomena ini juga terlihat dari meningkatnya promosi kuliner lokal melalui platform digital.

Banyak kreator konten kuliner yang membagikan pengalaman mereka mencicipi gulai kaki sapi dari berbagai daerah.

Video dan ulasan tersebut sering kali menarik perhatian warganet dan mendorong mereka untuk mencoba langsung hidangan tersebut.

Selain rasanya yang lezat, gulai kaki sapi juga dikenal memiliki kandungan kolagen yang cukup tinggi. Kolagen berasal dari jaringan kulit dan tulang rawan pada kaki sapi.

Beberapa orang percaya bahwa kolagen dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kulit dan persendian, meskipun para ahli tetap menyarankan konsumsi secara seimbang.

Dalam penyajiannya, gulai kaki sapi biasanya disajikan bersama nasi putih hangat.

Beberapa tempat juga menambahkan pelengkap seperti emping, sambal, atau perasan jeruk nipis untuk menambah kesegaran rasa. Ada pula variasi penyajian yang menambahkan potongan daun bawang atau bawang goreng di atasnya.

Di Sumatera Selatan sendiri, hidangan berbahan dasar santan dan rempah memang cukup populer.

Meski tidak sepopuler beberapa makanan khas daerah lainnya, gulai kaki sapi tetap dapat ditemukan di sejumlah warung makan tradisional.

Biasanya hidangan ini menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati makanan berkuah dengan rasa yang kuat.

Para pengamat kuliner menilai bahwa keberadaan gulai kaki sapi merupakan contoh bagaimana makanan tradisional mampu bertahan di tengah perubahan zaman.

Kategori :