Teriakan tersebut dengan cepat mengundang perhatian warga sekitar. Dalam waktu singkat, puluhan warga berdatangan ke lokasi kejadian dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
BACA JUGA:Berhasil Ungkap Laporan Polisi, Tiga Kanit Reskrim Terima Penghargaan dari Kapolres Prabumulih
Namun karena material rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Di tengah kepanikan tersebut, tiga penghuni rumah yakni Sesa, Sarita, dan Nasiu diduga masih berada di dalam rumah dalam kondisi tertidur lelap.
Kobaran api yang begitu cepat membuat ketiganya tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya terjebak dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih tiba di lokasi.
Dengan sigap, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan guna mencegah api merambat ke rumah warga lainnya di sekitar lokasi.
Berkat kesigapan petugas dan bantuan warga, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan meskipun rumah panggung tersebut sudah hangus terbakar hampir seluruhnya.
Lurah Kelurahan Payuputat, Anita, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang menelan korban jiwa tersebut.
Ia menyampaikan bahwa rumah yang terbakar merupakan milik Anwar Saleh yang berada di wilayah RT 01 RW 08.
“Benar, telah terjadi kebakaran di Payuputat. Rumah yang terbakar adalah rumah panggung milik Anwar Saleh,” ujar Anita.
Lurah Payuputat juga mengungkapkan bahwa dalam kejadian tersebut terdapat tiga korban meninggal dunia yang merupakan satu keluarga.
“Sesa itu pelajar kelas VIII. Kemudian Sarita adalah ibunya, dan Nasiu adalah neneknya,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kapolsek Prabumulih Barat, Tomas Siswo Purnomo, membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. “Korban meninggal dunia ada tiga orang,” singkatnya.
Saat ditanya mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.