Meski begitu, Tottenham tidak menyerah. Di menit ke-90, mereka mendapatkan penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang.
BACA JUGA:Hasil Liga Champions: PSG Mengamuk di London! Chelsea Tersungkur, Agregat 8-2.
BACA JUGA:Matthew Slater, Bek 14 Tahun Berdarah Cilacap Dipanggil Timnas Indonesia U-17.
Xavi Simons yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengubah skor menjadi 3-2.
Sayangnya, gol tersebut hanya menjadi penutup manis yang tak cukup untuk menyelamatkan Tottenham.
Hingga peluit panjang dibunyikan, agregat tetap 7-5 untuk Atletico Madrid.
Di sisi lain, tim asuhan Diego Simeone menunjukkan mentalitas khas mereka—bertahan solid dan efektif dalam memanfaatkan peluang.
Kekalahan di leg kedua tidak menggoyahkan langkah mereka menuju perempat final.
Kekecewaan jelas terlihat dari para pemain Tottenham, termasuk bek Micky van de Ven yang tampak terpukul usai pertandingan. Performa impresif di kandang tak mampu menutupi kesalahan fatal di leg pertama.
Hasil ini menjadi pelajaran pahit bagi Spurs: di kompetisi sebesar Liga Champions, satu kesalahan bisa berakibat fatal.
Sementara itu, Atletico Madrid melangkah percaya diri ke babak berikutnya dan akan menghadapi sesama klub Spanyol, FC Barcelona, dalam duel panas perempat final.
Drama di London ini sekali lagi membuktikan bahwa Liga Champions selalu menghadirkan cerita tak terduga—di mana kemenangan tidak selalu berarti kelolosan.