1. Desain Terlalu Futuristik
Bentuknya yang terlalu berbeda membuat pasar belum siap menerima konsep tersebut.
2. Branding Isuzu yang Lebih Kuat di Kendaraan Niaga
Sebagai produsen yang dikenal lewat kendaraan komersial, Isuzu kurang memiliki citra sebagai pembuat mobil sport.
3. Persaingan Ketat di Era 80-an
Saat itu, pasar mobil sport dikuasai oleh merek-merek besar seperti Toyota, Nissan, hingga Mazda yang memiliki model lebih populer.
Kini Jadi Mobil Klasik yang Diburu Kolektor
Meski dulu kurang diminati, kini Isuzu Piazza justru mulai dilirik oleh para kolektor mobil klasik.
Desainnya yang unik dan statusnya sebagai “mobil yang lahir terlalu cepat” menjadi daya tarik tersendiri.
Di beberapa negara, unit yang masih terawat bahkan memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap desain visioner sering kali baru datang setelah waktu berlalu.
Kisah Isuzu Piazza menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu langsung diterima pasa.
Desain yang terlalu maju justru bisa menjadi bumerang jika belum sesuai dengan selera konsumen pada zamannya.
Namun kini, mobil ini diakui sebagai salah satu karya unik dalam sejarah otomotif.
Sebuah pengingat bahwa dunia otomotif selalu bergerak maju—dan terkadang, ada mobil yang datang terlalu cepat untuk dipahami.