Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi akibat mengantuk saat berkendara.
BACA JUGA:Enggan Bayar Hutang, Bos Garu di OKU Timur Bakal Dipolisikan
BACA JUGA:Kejari OKU Timur Geledah BSB Martapura, 163 Dokumen Terkait Kredit Perumahan Disita
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan serius bagi para pemudik.
“Jangan pernah memaksakan berkendara dalam kondisi mengantuk. Istirahat adalah bagian penting dari perjalanan yang aman,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengingatkan bahwa kondisi lelah dan mengantuk memiliki risiko tinggi dalam perjalanan jauh.
“Mengantuk saat berkendara sama berbahayanya. Manfaatkan rest area atau pos pelayanan untuk beristirahat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi layanan 110 apabila mengalami kondisi darurat selama perjalanan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.
Saat ini, Polda Sumsel terus meningkatkan edukasi keselamatan dan pengawasan di jalur mudik untuk mencegah kejadian serupa.
Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan masyarakat selama Operasi Ketupat Musi 2026 berlangsung.