LUBUKLINGGAU, PALPOS.CO – Momentum libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga.
Sejumlah objek wisata di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas dipadati pengunjung yang ingin menikmati suasana liburan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.
Destinasi wisata buatan hingga wisata alam tampak ramai dipenuhi warga, baik dari dalam daerah maupun luar kota. Aktivitas rekreasi ini menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di momen Lebaran.
Namun di tengah tingginya animo wisatawan, kondisi berbeda justru terlihat pada dua ikon wisata alam kebanggaan Kota Lubuklinggau, yakni Air Terjun Temam di Kecamatan Lubuklinggau Selatan dan Bukit Sulap yang berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS),Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
BACA JUGA:Dua Pengedar Ekstasi Diciduk Polisi dalam Penggerebekan Cafe di Petanang
BACA JUGA:Tradisi Ziarah Kubur Saat Lebaran di Lubuklinggau, Wujud Doa dan Silaturahmi Lintas Generasi
Meski masih didatangi pengunjung, jumlah wisatawan di kedua lokasi tersebut tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, terutama pada puncak libur Lebaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, berkurangnya minat kunjungan diduga kuat dipicu oleh kondisi objek wisata yang tidak lagi terawat seperti dulu.
Beberapa fasilitas pendukung terlihat mulai rusak, kebersihan kurang terjaga, serta minimnya pembenahan infrastruktur di kawasan wisata.
Padahal, Air Terjun Temam selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata andalan Kota Lubuklinggau dengan keindahan air terjun bertingkat yang kerap dijuluki “Niagara Mini”.
BACA JUGA:Polres Lubuklinggau Bantu Derek Mobil Pemudik Asal Baturaja Tujuan Sumatera Barat
BACA JUGA:Kurir Sabu 6,85 Gram dari Padang Ditangkap di Lubuk Linggau, Sempat Buang Barang Bukti
Sementara Bukit Sulap menawarkan panorama alam dari ketinggian yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan pecinta alam dan pendaki.
Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor utama menurunnya daya tarik kedua destinasi tersebut di mata wisatawan.
Tidak sedikit warga yang mulai beralih ke objek wisata lain yang dinilai lebih nyaman dan terkelola dengan baik.