Meski begitu, posisi keempat tetap menjadi hasil luar biasa. Start dari baris kedua memberi peluang besar bagi Veda untuk langsung menyerang sejak awal balapan.
BACA JUGA:Brian Uriarte, Veda Ega Pratama, Hakim Danish Siapa Paling Unggul di Moto3 2026?
BACA JUGA:Hasil Red Bull Rookies Cup 2025 Austria: Veda Ega Pratama Dua Kali Runner-Up Naik ke Peringkat 2
Ini bukan sekadar keberuntungan. Ini adalah bukti adaptasi cepat dan mental kuat seorang pembalap muda di level dunia.
Perlu diingat, Veda datang bukan dari tim papan atas dengan fasilitas terbaik.
Honda Team Asia selama ini dikenal memiliki sumber daya yang terbatas dibanding tim-tim besar seperti KTM. Namun, keterbatasan itu justru menjadi panggung pembuktian bagi Veda.
Ia menunjukkan bahwa talenta, keberanian, dan determinasi bisa menembus segala batas.
Sementara itu, pesaing lain seperti Maximo Quiles harus puas di posisi kedelapan. Fakta ini makin menegaskan betapa kompetitifnya performa Veda di sesi kualifikasi.
Balapan Moto3 GP Amerika 2026 sendiri akan digelar pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 00.00 WIB. Dengan posisi start yang sangat strategis, peluang Veda untuk kembali naik podium terbuka lebar.
Namun tantangan belum selesai.
Balapan Moto3 dikenal sangat ketat, penuh slipstream, dan sering menghadirkan duel roda ke roda hingga lap terakhir.
Veda harus mampu menjaga konsistensi, menghindari kesalahan, dan memanfaatkan setiap peluang.
Satu hal yang pasti—ia sudah mengirim pesan keras ke seluruh rivalnya.
Veda Pratama bukan lagi sekadar peserta. Ia adalah ancaman nyata di lintasan.
Kini, harapan publik Indonesia tertuju padanya. Jika mampu tampil solid sejak start, bukan tidak mungkin sejarah baru akan kembali ditorehkan di Austin.
Dari lintasan asing, lahir keberanian besar.