BATURAJA, PALPOS.CO – Bencana banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Senin pagi (30/03).
Intensitas air yang meningkat sejak dini hari menyebabkan pemukiman warga di Kelurahan Sukaraya dan Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, terendam genangan air yang cukup tinggi.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga mengingat debit air yang terus merangkak naik di tengah aktivitas pagi masyarakat.
Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, ketinggian air di titik terdampak rata-rata telah mencapai 100 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.
BACA JUGA:Debit Sungai Ogan di Level Waspada
BACA JUGA:Disdik OKU Pastikan Sekolah Tetap Laksanakan Belajar Tatap Muka
Wilayah yang mengalami dampak terparah meliputi area Taman Sari RT 01 dan 03 RW 03 Kelurahan Sukaraya, serta kawasan RT 03 Dusun 7 di Desa Air Paoh.
Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) yang menempati 19 rumah kini terjebak dalam kondisi waspada karena air telah memasuki area ruang utama tempat tinggal mereka.
Dampak banjir kali ini tidak hanya melumpuhkan hunian warga, tetapi juga merambah ke sektor pendidikan dan layanan publik.
Fasilitas pendidikan seperti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Al-Ma’arif dan gedung yang sebelumnya digunakan sebagai Kantor KUA Baturaja Timur ikut terendam.
BACA JUGA:Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga di OKU
BACA JUGA:BPBD OKU Imbau Warga Waspada Banjir Akibat Cuaca Ekstrem
Aktivitas belajar mengajar dan layanan masyarakat di sekitar lokasi tersebut otomatis terhenti total akibat genangan air yang menutup akses utama bangunan.
Daftar warga yang terdampak di Lorong Tangkil RT 01 Kelurahan Sukaraya mencakup belasan kepala keluarga, di antaranya adalah keluarga Bapak Sofian Erlis, Nasolati, Maulana, Apriadi Kusuma, dan Burhanudin.
Selain itu, rumah milik Laelani, Meirizal, Darno, Arman, Listriani, Rohana, serta Indra Wangsa juga dilaporkan terendam cukup parah.