PALPOS.CO - Pertarungan menegangkan tersaji di dinding panjat saat duo Indonesia, Raharjati Nursamsa dan Antasyafi Robby Al Hilmi, tampil luar biasa di nomor speed relay putra dalam Asian Beach Games 2026.
Meski harus puas dengan medali perak, performa keduanya menunjukkan kelas dunia dan semangat juang tanpa kompromi.
Dalam laga final yang berlangsung sengit, Indonesia mencatatkan waktu impresif 9,80 detik—sebuah torehan yang sejatinya sudah cukup untuk menjadi juara di banyak kompetisi.
Namun kali ini, tuan rumah China tampil nyaris tanpa cela. Pasangan Long Jianguo dan Zhao Yicheng berhasil mencetak rekor dunia dengan waktu 9,757 detik, unggul sangat tipis hanya 0,05 detik dari Indonesia.
BACA JUGA:Sensasi Janice Tjen di Dubai Championships 2026: Ranking Naik, Hadiah Nyaris Rp1 M.
Selisih yang begitu tipis itu menjadi penentu. Bukan karena Indonesia kurang cepat, tetapi karena lawan tampil sedikit lebih sempurna di momen krusial.
Meski demikian, perjuangan Raharjati dan Antasyafi tetap layak mendapat apresiasi tinggi.
Atmosfer final terasa begitu intens. Setiap gerakan, setiap pijakan, dan setiap detik menjadi sangat menentukan.
Indonesia sempat memberikan tekanan besar, bahkan nyaris merebut emas di detik-detik akhir. Namun garis finis berkata lain.
BACA JUGA:Bidik Rekor MURI, AMA Indonesia Gelar Turnamen Padel Amal Serentak di 13 Kota
BACA JUGA:5 Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga yang Penting Untukmu
Bagi Antasyafi Robby Al Hilmi, medali perak ini menjadi pencapaian ganda yang membanggakan.
Sebelumnya, ia juga berhasil meraih perak di nomor speed individual, menjadikannya salah satu atlet paling konsisten di ajang ini.
Sementara Raharjati Nursamsa tampil solid sebagai partner yang menjaga ritme dan kecepatan tim.